Polres Bekasi Kabupaten Berhasil Membongkar Kejahatan Perbankan Disertai Penipuan Dan Penggelapan di BPR Prima Nusatama

SWARARAKYAT.COM, Bekasi – Setelah hampir empat tahun lebih sejak laporan polisi tahun 2019, akhirnya Polres Bekasi Kabupaten berhasil membongkar kejahatan Perbankan disertai penipuan dan penggelapan di BPR Prima Nusatama Tambun Bekasi, hal ini disampaikan oleh Mintarno, S.H, dari Law Office JM & Partners saat ditemui Redaksi Swararakyat.com, selaku kuasa hukum para nasabah yang dirugikan.

Kuasa hukum nasabah, Mintarno, S.H, dari Law Office JM & Partners mengatakan, Polres Bekasi Kabupaten telah  menetapkan terdakwa Lulu Lutfi Masnunah dan Ngatirah dalam kasus kejahatan perbankan yang saat ini sudah masuk dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Cikarang.

Dalam kasus tersebut terdakwa saudari Lulu Lutfi Masnunah  di dakwa 3 Pasal berlapis oleh JPU Kejari Cikarang. sebagaimana dalam surat dakwaannya menyebutkan perbuatan yang dilakukan Terdakwa itu bertentangan dengan undang undang yang diatur dan diancam pidana dalam Pasal 49 ayat 1 huruf a, b dan c Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan Jo Pasal 64 Ayat (1) dan Pasal 374 KUHPidana Jo. Pasal 64 Ayat (1) KUHP dan Pasal 372 KUHPidana Jo. Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana.

Dalam salah satu dakwaannya, JPU Kejari Cikarang menyatakan bahwa terdakwa Lulu Lutfi Masnunah “Dengan sengaja membuat atau menyebabkan adanya pencatatan palsu dalam pembukuan atau dalam proses laporan, maupun dalam dokumen atau laporan kegiatan usaha, laporan transaksi atau rekening suatu bank, menghilangkan atau tidak memasukkan atau menyebabkan tidak dilakukannya pencatatan dalam pembukuan atau dalam laporan, maupun dalam dokumen atau laporan kegiatan usaha, laporan transaksi atau rekening suatu bank, mengubah, mengaburkan, menyembunyikan, menghapus, atau menghilangkan adanya suatu pencatatan dalam pembukuan atau dalam laporan, maupun dalam dokumen atau laporan kegiatan usaha, laporan transaksi atau rekening suatu bank, atau dengan sengaja mengubah, mengaburkan, menghilangkan, menyembunyikan atau merusak catatan pembukuan tersebut.”

Lebih lanjut Mintarno, S.H  juga mengatakan, saat ini setidaknya para nasabah sudah mendapatkan sedikit jalan menuju keadilan atas nasib mereka setelah sekian lama menunggu kasus mereka mengalami ketidak pastian menunggu uang tabungan mereka yang di blokir pihak BPR Prima Nusatama, yang dijanjikan akan diberikan setelah perkara tersebut Incraht” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa telah terjadi penggelapan uang nasabah oleh oknum pegawai BPR Prima Nusatama Tambun Bekasi yang terjadi pada tahun 2019, dimana Sampai saat ini para nasabah masih menunggu uang tabungan mereka yang di blokir oleh pihak BPR Prima Nusatama dengan alasan masih proses hukum.

Kasus ini sendiri bermula dari munculnya persoalan uang Nasabah yang ada dalam rekening hilang. Kemudian Dari pihak BPR Prima Nusatama mengatakan kepada para nasabahnya akan mengembalikan saldo ke rekening nasabah masing masing, yaitu dengan mengganti buku tabungan lama yang masih manual menjadi buku tabungan baru yang sudah sistem komputer. Namun anehnya, Sejak terbitnya buku tabungan baru tahun 2019 dan uang nasabah dikembalikan lagi seperti semula sampai hari ini uang tabungan  tidak dapat diambil (Blokir).

Berlarut-larutnya kasus ini tanpa ada penyelesain yang jelas kapan uang nasabah tersebut dikembalikan, hal ini awalnya disebabkan pihak BPR Prima Nusatama beralasan. bahwa uang tabungan para korban baru bisa diambil setelah memiliki kekuatan Hukum Tetap (Incraht), artinya laporan dari pihak BPR kepada Polres Metro Bekasi Kabupaten (Polres Cikarang) jika sudah ada proses kelanjutannya.

Untuk diketahui, sejak tanggal 9 September 2019, Pihak PT BPR Prima Nusatama memang melaporkan staffnya yang bernama Lulu Lutfi Masnunah dan Ngatirah ke Polres Metro Bekasi Kabupaten (Polres Cikarang), dengan No. LP/890/092-SPKT/IX/2019/Restro Bekasi, sebagaimana dimaksud dalam pasal 374 KUHP dan / 372 KUHP, laporan tersebut ditangani Unit Krimsus Polres Bekasi Kabupaten. (ESH)