Connect with us
Dibaca: 282

Hukum & Kriminal

Polri Tangkap 2 Pelaku Penyebar Hoaks 7 Kontainer Surat Suara

Karopenmas Divisi HUmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (kiri). (Foto: iNews.id/Aditya Pratama).

SWARARAKYAT.COM – Tim Siber Bareskrim Mabes Polri bergerak cepat mengusut kasus hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dua orang yang diduga menyebarkan kabar bohong itu ditangkap, Jumat (4/1/2019).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, pelaku ditangkap di tempat terpisah.

“Saat ini diamankan dua orang yaitu di Bogor dan Balikpapan. Di Bogor, berinisial HY. Dia menerima konten (audio hoaks) kemudian ikut memviralkan,” ujar Dedi di Mabes Polri, Jumat (4/1/2019). 

Baca Juga:   Polisi Tetapkan Pembakar Bendera di Garut Sebagai Tersangka

Menurut Dedi, pelaku di Balikpapan berinisial LS, juga diduga menyebarkan konten tanpa mengecek langsung. Saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

“Penyidik sudah melakukan profiling dan identifikasi siapa-siapa yang menyebarkan hoaks tentang 7 kontainer surat suara tersebut. Ini yang sedang didalami oleh penyidik,” kata dia.

Dedi menjelaskan, penangkapan dua pelaku setelah Tim Siber memetakan menelusuri dan memetakan di media sosial serta whatsapp group, siapa saja yang aktif memviralkan. Informasi di WA group tersebut termasuk yang dilaporkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

Baca Juga:   Wanita Ini Ngaku Perawan dan Kuliah Kedokteran, Sukses Tipu Pria Jembrana, 3 Tahun Baru Ketahuan

Hoaks mengenai tujuh kontainer surat suara tercoblos pasangan capres tertentu beredar pada Rabu (2/1/2019). KPU kemudian mengecek langsung kabar itu dengan mendatangi Tanjung Priok. Hasilnya, informasi tersebut dipastikan hoaks alias kabar bohong. KPU pun melaporkan kasus ini ke Bareskrim Polri.

Mengenai siapa yang memproduksi konten hoaks itu, Dedi mengaku sedang mendalami. Kendati demikian, Tim Siber telah mendapatkan petunjuk tentang siapa yang membuat audio tersebut.

“Sudah diketahui, sudah diprofil. Makanya penyidik sedang mendalami yang membuat dan memviralkan voice tersebut maupun memviralkan narasi-narasi itu,” ujarnya. (ren/iNews)

More in Hukum & Kriminal

error: Dilarang copy paste tanpa izin!