Connect with us
Dibaca: 376

Politik

Prabowo Dibuat Pincang, Setelah Dhani, Ini Para Pendukung Prabowo yang Bakal Kena Kasus

Prabowo-Sandi (Ist)

SWARARAKYAT.COM – Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dibuat pincang. Satu persatu pendukung setianya terjerat hukum. Bahkan, beberapa di antaranya sudah dijebloskan ke penjara.

Setelah Ratna Sarumpaet ditangkap dan dikerangkeng, giliran Ahmad Dhani divonis 1,5 tahun. Ahmad Dahni pun langsung dijebloskan ke penjara.

Selain itu, kasus Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, juga masih berproses di kepolisian.

Baca Juga:   PM Singapura Isyaratkan Akan Ada Pergantian Presiden Indonesia?

Terbaru, kasus Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif juga sedang dibidik. Slamet diduga melakukan pelanggaran kampanye di Solo, Jawa Tengah.

Kasus Slamet telah ditingkatkan ke tahap penyidikan karena dianggap sudah cukup bukti permulaan untuk menjerat pendukung Prabowo tersebut.

Komisioner Bidang Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kota Solo, Poppy mengatakan, kasus Slamet ditingkatkan ke penyidikan setelah adanya rapat koordinasi dengan kepolisian dan kejaksaan melalui forum Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu), Kamis (31/1).

Baca Juga:   Yusril: Tak Ada Track Record Prabowo-Sandi Pejuang Islam

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menilai penahanan musisi Ahmad Dhani sudah menjadi bukti bahwa rezim JJokowi otoriter.

Hal itu disampaikan oleh Jurubicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade menegaskan bahwa proses hukum yang kini sedang dijalankan oleh musisi Ahmad Dhani adalah upaya pemerintah membungkam suara lawan-lawan politik.

“Cara ini lazim dilakukan oleh penguasa yang bersifat otoriter,” kata Andre dalam keterangannya, Jumat (1/2/2019).

Baca Juga:   Prabowo Istimewa Dimata KH. Maimoen Zubair

Tidak hanya Ahmad Dhani kata Andre, proses hukum terhadap sejumlah pihak yang dianggap beroposisi dengan pemerintah seperti Rocky Gerung juga merupakan langkah penguasa yang ingin mempertahankan kekuasaannya dengan cara merusak tatanan demokrasi.

“Ahmad Dhani dan sahabat-sahabat kami lainnya adalah tahanan politik. Ini rezim otoriter yang menggunakan kekuasaannya untuk menekan oposisi dan lawan politik,” ujar politisi Gerindra tersebut.

Baca Juga:   Yusril: Saya Bukan Pengacara Presiden

Dia berkeyakinan bahwa calon yang diusungnya jika menang tidak akan menggunakan cara-cara otoriter seperti ini.

“Jika model pemerintahan seperti ini dilanjutkan, bahayanya bakal timbul saling dendam di masa depan. Ini yang kami khawatirkan. Namun, saya meyakini Prabowo-Sandi tidak akan melakukan cara-cara menekan semacam itu. Demi Allah!” tandas Andre Rosiade. (Ren)

More in Politik

error: Dilarang copy paste tanpa izin!