Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Connect with us
Dibaca: 326

Politik

Prabowo: Saya Bukan Antek Amerika atau Antek Tiongkok

Prabowo Subianto menegaskan dirinya bukan antek Amerika atau Antek Tiongkok

Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam Gala Dinner bersama Pengusaha Tionghoa di Jakarta, Jumat (7/12). (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

SWARARAKYAT.COM – Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto menyampaikan pandangan politiknya di hadapan para pengusaha-pengusaha Tionghoa. Hal ini terjadi saat Prabowo menghadiri gala dinner dengan sejumlah pengusaha Tionghoa.

Dalam pidatonya, Prabowo memandang etnis Tionghoa sama dan tidak membedakan dengan masyarakat Indonesia lainnya yang terdiri dari banyak suku.

“Buah jenius ini harus kita jaga, yang dihasilkan oleh pendiri Indonesia itu Bhineka Tunggal Ika berbeda-beda tetapi tetap satu,” kata Prabowo di Sun City Luxury Club, Jakarta Pusat, Jumat (7/12).

Calon Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto hadiri acara gala dinner bersama pengusaha Tionghoa di Jakarta, Jumat (7/12). (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

“Kita mungkin beda agama, beda suku, beda etnis, beda ras. Tapi kita ingin hidup adil beradab, hidup rukun, demi kehidupan yang layak bagi anak dan cucu cucu kita,” imbuhnya.

Prabowo kemudian mengutip satu kalimat yang dalam teks deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat (US Declaration of Independent) yaitu Life, Liberty and the Pursuit of Happiness.

Namun, Prabowo menegaskan dirinya bukan termasuk antek Amerika meski mengutip kalimat tersebut.

Baca Juga:   Caleg PSI Dilaporkan ke Polisi Terkait Tudingan Prabowo Dalang Dibalik HTI

“Saya bukan antek Amerika, saya saja enggak punya visa Amerika kok. Tapi kalau ada yang bagus dari Amerika harus kita hormati,” tuturnya.

Tak hanya itu, Prabowo juga sangat mengilhami filosofi-filosofi dari China dan negara-negara lain, sepanjang itu baik untuk diterapkan. Tapi lagi-lagi ia menegaskan bukan merupakan antek China meski mengadopsi nilai-nilai mereka.

“Kalau ada yang bagus dari Tiongkok, kebudayaannya kita harus banyak belajar. Tapi saya bukan antek Tiongkok tapi saya hormat pada Tiongkok. Kalau saya hormat bukan berarti saya antek,” tegas dia.

“Sama kalau ada yang baik dari Prancis, Belanda yang pernah menjajah kita,” pungkasnya.

Sumber: kumparan

Advertisement

Penulis

Advertisement

More in Politik