Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Connect with us
Dibaca: 5.950

Opini

Profil Habib Bahar bin Smith, Pendakwah Asal Manado

Habib Bahar bin Smith

SWARARAKYAT.COM – HABIB Bahar bin Smith yang memiliki nama asli Sayyid Baḥr bin ‘Alī bin ‘Alawī bin ‘Abd ar-Raḥman bin Sumayṭ lahir di Manado, 23 Juli 1985. Habib Bahar adalah seorang ulama dan pendakwah Indonesia asal Manado, Sulawesi Utara.

Habib Bahar merupakan pemimpin dan pendiri Majelis Pembela Rasulullah yang berkantor pusat di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Selain itu, dia juga merupakan pendiri Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin di Kemang, Bogor.

Habib Bahar dikenal sebagai seorang pendakwah yang berani mengobarkan semangat perjuangan Islam dan isi ceramahnya tegas dan menyejukan. 

Baca Juga:   Yusril Ihza Mahendra: Masa Cuma Jadi Pengacara Langsung Jadi Cebong? Yang Benar Saja

Pada setiap ceramahnya, dia selalu didampingi dan dijaga ketat oleh Laskar Pembela Islam dan Front Pembela Islam (FPI) namun tidak jarang pula didampingi oleh Barisan Ansor Serbaguna ketika dia berdakwah di tempat yang masyarakatnya berafiliasi dengan Nahdlatul ‘Ulama (NU).

Bahar bin Smith lahir di Manado, Sulawesi Utara sebagai anak pertama dari tujuh bersaudara. Dia berasal dari keluarga Arab Hadhrami golongan Alawiyyin bermarga Aal bin Sumaith. 

Baca Juga:   Didukung 300 Jenderal, Prabowo: Ini Pertempuran Kita Yang Terakhir Merebut Kedaulatan Bangsa

Majelis Pembela Rasulullah yang didirikan Habib Bahar sejak tahun 2007 kini telah memiliki anggota mencapai ratusan orang yang berdomisili di Ciputat, Tangerang Selatan; Pesanggrahan, Jakarta Selatan; dan Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Bersama para anggota Majelis Pembela Rasulullah, Bahar kerap melakukan aksi sweeping dan penutupan di beberapa tempat hiburan di Jakarta.

Aksinya yang paling menonjol adalah ketika dia menggerakan sekitar 150 orang jemaah Majelis Pembela Rasulullah pada bulan Ramadhan tahun 2012 untuk melakukan razia di Cafe De Most Pesanggrahan, Jakarta Selatan. 

Baca Juga:   Tengah Asyik Main Judi, 4 Anggota Polisi Diciduk

Hal tersebut dilakukan karena kafe tersebut diduga sebagai sarang maksiat. Habib kemudian menutup paksa Cafe De Most dan meminta agar tempat tersebut ditutup sebulan penuh selama bulan Ramadhan.

Selain itu, Habib Bahar juga mendirikan Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin yang mengadopsi sistem salaf di daerah Pabuaran, Kemang, Bogor. Ia juga dikenal dekat dengan ormas FPI.

Bahkan, Selain Habib Rizieq Shihab, Habib Bahar merupakan tokoh utama penggerak serangkaian Aksi Bela Islam yang menuntut agar Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok diadili terkait pernyataannya yang dianggap menodai agama. 

Baca Juga:   SBY Tegaskan Lebih Utamakan Kampanyekan Partai Demokrat Ketimbang Capres

Habib Bahar kerap berdakwah di berbagai acara peringatan hari besar Islam, seperti Maulid Nabi Muhammad dan Isra Mikraj. Pada setiap ceramahnya, dia selalu didampingi dan dijaga ketat oleh Front Pembela Islam.

Diambil dari berbagai sumber.

Advertisement

Penulis

Advertisement

More in Opini