Connect with us
Dibaca: 276

Nusantara

Puluhan Jenazah Membusuk di RSUD Pandeglang, Banten

Suasana korban tsunami di Ruang Instalasi Gawar Darurat (IGD), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah Pandeglang, Banten, Senin (24/12/2018). Hingga sampai saat ini, RSUD Pandeglang merawat 164 korban luka dari bencana Tsunami Selat Sunda. | AKURAT.CO/Endra Prakoso

SWARARAKYAT.COM – Sebanyak 84 jenazah korban bencana tsunami yang melanda Perairan Selat Sunda pada Sabtu (22/12/2018) malam mulai membusuk di RSUD Berkah Pandeglang, Banten.

“Semua jenazah itu belum teridentifikasi dan kondisinya sudah sulit dikenali keluarga,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Raden Dewi Sentani saat ditemui di Posko Utama Bencana Tsunami, Labuan,Pandeglang, Selasa (25/12/2018).

Ia menyampaikan, pihaknya tidak memiliki fasilitas lemari pendingin mayat dengan jumlah kapasitas banyak, kata Kepala Dinas Kerehatan Pandeglang.

Baca Juga:   Isu Pantai Anyer Tsunami Bikin Geger, Warga Ngungsi ke Gunung

Saat ini, jenazah disimpan di ruangan tanpa pendingin sehingga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.

Karena itu, Raden Dewi Sentani meminta Kementerian Kesehatan dapat membantu menyalurkan alat kontainer freezer untuk menyimpan jenazah yang bisa menampung dengan jumlah banyak itu.

Kondisi jenazah sudah tiga hari terakhir tentu sudah membusuk dan berubah warna,sehingga petugas sulit melakukan identifikasi.

Baca Juga:   Sakit Hati Diputus Berujung Sebar Video Syur Sang Mantan di Medsos

“Kami mengusulkan kepada petugas agar jenazah yang tidak dikenali itu di foto agar bisa diketahui ciri-cirinya oleh keluarga mereka,” katanya.

Menurut dia, apabila jenazah itu lebih dari sepekan maka sebaiknya dimakamkan secara massal.

Sebab, mayat itu mengeluarkan bau tidak sedap juga bisa menimbulkan gangguan penyakit.

“Kemungkinan jenazah itu masih bertambah, karena beberapa titik yang terdampak gelombang tsunami belum ditemukan dan hilang,” pungkasnya.[akurat]

More in Nusantara

error: Dilarang copy paste tanpa izin!