Connect with us
Dibaca: 4.369

Nusantara

Puluhan Massa Kampanye Jokowi Ngamuk Belum Dibayar, Koordinator Curhat di Medsos

Calon presiden Joko Widodo pada sebuah acara kampanye. Foto: ©Agus Suparto

SWARARAKYAT.COM – Kampanye terbuka pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, di Lapangan Pelabuhan Perikanan Bastiong Ternate, Maluku Utara, (7/4/2019), ternyata menyisakan persoalan.

Koordinator massa kampanye capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Maluku Utara, Kiki Nuraini, mengatakan bahwa sampai saat ini, mereka belum dibayar pihak panitia.

Baca Juga:   Mahfud MD Sudah Tentukan Pilihan di Pilpres, Begini Komentar Tompi

Baca Juga:   Jokowi: Jangan Pas Mau Pilpres dan Pileg aja Deketin Rakyat

Kiki bilang, kampanye ini diprakarsai oleh Aliansi Anak Negeri Indonesia Timur Maluku Utara. Sesuai kesepakatan awal, peserta kampanye akan diberi duit Rp 50.000 per orang usai kampanye.

“Tapi sampai sekarang dorang (mereka – pihak panitia) belum kasih (uang). Saya ditagih massa kampanye. Karena saya koordinator,” tutur Kiki, kepada Cermat di Ternate, (10/4/2019).

Baca Juga:   Keluarga Andi Arief Ajukan Permohonan Rehabilitasi

SS Status Kiki di Facebook yang sudah dihapus. /Cermat

Lantaran terus ditagih, Kiki akhirnya protes melalui tulisan yang diunggah di media sosial Facebook. Namun, dua unggahan tersebut akhirnya dihapus.

“Pihak aliansi yang minta. Jadi saya hapus. Tapi mereka janji akan cairkan uangnya. Tapi sampai sekarang belum,” ujar Kiki.

Baca Juga:   Kupon Sembako Murah Jokowi-Ma'ruf, Koordinator Acara: Sudah Konfirmasi ke Bawaslu, Ini Bukan Pelanggaran

Kiki menyebut, kemarin dirinya bertemu dengan Ketua Aliansi Anak Negeri Indonesia Timur Maluku Utara, Akmal Iskandar Alam. Mereka membahas persoalan ini.

Dalam pertemuan itu, Kiki mengatakan bahwa Akmal sempat meminta untuk menghapus unggahan tersebut agar proses pencairan anggaran segera dilakukan. Bahkan, Kiki mengaku diancam.

Baca Juga:   Rakornas KAHMI Ricuh Setelah Wapres JK Tinggalkan Lokasi
SS

SS status Kiki di Facebook yang sudah dihapus, minta foto dan namanya diblur. /Cermat

Lantaran terus ditagih, Kiki akhirnya protes melalui tulisan yang diunggah di media sosial Facebook. Namun, dua unggahan tersebut akhirnya dihapus.

“Pihak aliansi yang minta. Jadi saya hapus. Tapi mereka janji akan cairkan uangnya. Tapi sampai sekarang belum,” ujar Kiki.

Baca Juga:   Caleg Golkar Dukung Prabowo, Ketua DPP Golkar: Saya Enggak Kenal Mereka

Kiki menyebut, kemarin dirinya bertemu dengan Ketua Aliansi Anak Negeri Indonesia Timur Maluku Utara, Akmal Iskandar Alam. Mereka membahas persoalan ini.

Dalam pertemuan itu, Kiki mengatakan bahwa Akmal sempat meminta untuk menghapus unggahan tersebut agar proses pencairan anggaran segera dilakukan. Bahkan, Kiki mengaku diancam.

Baca Juga:   Indonesia Masih Berduka Akibat Tsunami, Perayaan Pergantian Tahun Baru Di Jawa Tengah Direncanakan Tanpa Kembang Api

“Kalau kita (saya) mau lawan ngana (kamu), bisa. Karena jumlah torang (kami) banyak. Sedangkan ngana (kamu – Kiki) hanya seorang diri,” tutur Kiki menirukan ucapan Akmal.

Setelah dari pertemuan itu, Kiki diminta Akmal menunggu di salah satu pelabuhan penyeberangan speedboat di Ternate.

“Saya menunggu hingga jam 2 malam, tapi mereka tidak datang,” katanya.

Baca Juga:   Beredar Prediksi Perolehan Suara Pilpres 2019, Hasil Akhirnya Mengejutkan!

Kiki bilang, dalam kampanye tersebut, sejumlah massa dari beberapa kelurahan di Ternate turut dilibatkan. Seperti Kelurahan Tobona, Kampung Pisang, Tanah Tinggi, Bastiong, Mangga Dua, Kalumata, dan beberapa kelurahan lainnya.

“Saya koordinator massa kampanye dari Kelurahan Tobona. Jumlah kami sekitar 80 orang. Tapi kami gabung dengan Kampung Pisang. Jadi sekitar ratusan. Setahu saya sebagian kelurahan sudah dibayar. Kecuali Tobona,” imbuhnya. (ad)

Baca Juga:   Mantan Mendagri Kembalikan Gelar Adat Sebagai Bentuk Protes Pemberian Gelar ke Jokowi

More in Nusantara

error: Dilarang copy paste tanpa izin!