Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Connect with us
Dibaca: 188

Nasional

Ratna Sarumpaet Ditolak di Batam, Kapolresta: Bisa Timbul Konflik Sosial

Kapolresta Barelang, Kombes Hengki bersama Ratna Sarumpaet. (Boni Bani/JawaPos.com)

SWARARAKYAT.COM – Kehadiran aktivis Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) Ratna Sarumpaet di Batam hanya berlangsung beberapa jam saja. Ia yang tiba di Bandara Internasional Hang Nadim Batam sekitar pukul 14.15 WIB, terpaksa harus kembali meninggalkan Batam sekitar pukul 15.30 WIB.

Kapolresta Barelang, Kombes Hengki menjelaskan, tidak jadinya Ratna Sarumpaet menjalankan kegiatannya di Batam, karena dorongan gelombang penolakan dari berbagai pihak. Sehingga, pihak kepolisian mengambil langkah terbaik dengan mempercepat kunjungan Ratna, bahkan ia hanya berada di Bandara saja.

Baca Juga:   Orasi di Reuni 212, Prabowo: Saya Bangga Melihat Jutaan Umat Islam, Kalian Luar Biasa

“Kita lihat sendiri di depan (depan pintu keluar bandara) terjadi penolakan dari berbagai ormas. Ini bisa menimbulkan konflik sosial,” kata Hengki seusai mengantar Ratna Sarumpaet menuju pesawatnya Minggu (16/9).

Hengki melanjutkan, upaya kepolisian ini murni karena pertimbangan tetap terjaganya kondusivitas keadaan Kepulauan Riau (Kepri) khususnya Batam.

Baca Juga:   Ustadz Abdul Somad Tanggapi Tudingan Ulama Radikal dan Kasus Habib Bahar

Pihak kepolisian juga mempertimbangkan ancaman dari ormas yang menyuarakan akan melakukan tindakan lebih jauh jika Ratna Sarumpaet tetap nekat menjalankan kegiatannya di Batam.

Baca Juga:   Tak Sadar! Istri Guntur Romli Komentari Berita Isinya Ternyata Sudah Dijawab Prabowo

Seperti diketahui, beredar kabar bahwa Ratna Sarumpaet akan menghadiri kegiatan diskusi publik di di Batam tepatnya di Pusat Informasi Haji, Batam Centre, Batam pada Minggu (16/9) sekitar pukul 13.00 WIB. Namun hal tersebut tidak terlaksana karena terjadi penolakan dari berbagai pihak.

“Kita bertindak menengahi karena ada penolakan, kita menjaga agar kondisi tetap aman kondusif,” kata Hengki lagi. (SR/JPNN)

Loading...

More in Nasional