Daerah  

Rhesa Yogaswara: Tingginya Kasus Perceraian Di Jawa Barat Perlu Perhatian Serius Semua Pihak

Foto: Rhesa Yogaswara

Kasus perceraian yang terjadi dalam rumah tangga memang tidak hanya di Jawa Barat, namun ini harus menjadi perhatian serius pihak-pihak terkait khususnya pemerintah daerah Jawa Barat, ujar Rhesa Yogaswara salah satu tokoh muda ICMI yang juga asli putra daerah Jawa Barat dalam menanggapi tingginya tingkat perceraian di propinsi tersebut.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) sepanjang tahun 2023 propinsi  Jawa Barat menjadi propinsi dengan kasus perceraian tertinggi di Indonesia, yakni 102.280 kasus atau 22,06% dari total kasus perceraian nasional. Mayoritas perceraian tersebut merupakan cerai gugat yakni cerai yang diajukan pihak istri dan telah diputus pengadilan.

Dari data tersebut, tekanan ekonomi menjadi faktor yang tak bisa diabaikan, sekitar 30% dari kasus perceraian disebabkan oleh masalah ekonomi.

Kang Rhesa sapaan akrab Rhesa Yogaswara, melihat persoalan perceraian memang kompleks dan memerlukan
penanganan yang serius dari beberapa pihak.

Rhesa Yogaswara mengungkapkan, ada tiga aspek yang bisa menjadi solusi menekan tingginya angka perceraian di Jawa Barat.

Yang pertama adalah aspek perekonomian, seperti diketahui perceraian dapat dipicu atas gap kesejahteraan yang diharapkan dengan Realitas yang terjadi. Sehingga, berbagai pintu pendapatan harus dibuka dengan membentuk jiwa entrepreneurship didalam anggota keluarga.

Kedua, pendidikan skill hal ini sedikit banyak akan berdampak terhadap  perekonomian keluarga, untuk itu upaya-upaya  peningkatan di dunia pendidikan khususnya pendidikan advoksi menjadi penting dan masuk dalam skala prioritas.

Aspek ketiga adalah,  wawasan sosial dan tingkat spiritual yang mengarah kepada pemahaman akan makna hidup yang sesungguhnya. Hal ini bisa dilakukan salah satunya adalah dengan melakukan pembinaan masyarakat melalui organisasi kemasyarakatan (ormas), bentuknya bisa dengan memberikan pelatihan motivasi yang saat ini dirasakan sangat minim.

Dari ketiga aspek tersebut, Rhesa Yogaswara yang juga merupakan tokoh intelektual pengusaha muda ini meyakini  tingkat kebahagiaan di masyarakat Jawa Barat akan dapat tercipta dan dapat menekan angka perceraian. (ESH)