Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Connect with us
Dibaca: 227

Nasional

Rupiah Lemah Mahasiswa Mulai Bergerak, Jokowi Diminta Mundur

Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) yang hampir menyentuh Rp15.000 perdollar memicu gerakan mahasiswa dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, Sumatera Selatan.

Mereka menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Air Mancur (BAM), dengan membagikan selebaran protes keras terhadap pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), Kamis (6/9/2018).

Protes para mahasiswa tersebut dengan mengirimkan surat langsung kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang dikirimkan melalui kantor pos di Jalan Merdeka, Palembang.

Mahasiswa Unsri Trisno mengatakan, anjloknya nilai tukar rupiah akan membuat harga kebutuhan pokok di berbagai wilayah tanah air menjadi tak terbendung.

Terlebih lagi bahan baku impor yang menggunakan dollar sebagai nilai tukar akan naik, berimbas kepada inflasi terhadap negara. Seperti halnya bahan baku pembuatan BBM.

“Defisit anggaran akibat bahan baku impor juga akan memaksa pemerintah harus menaikkan BBM sebagai ganti defisit yang ada. Jelas utang negara kian berat. Ini juga berpotensi kepada perusahaan berkembang melakukan PHK karyawan, karena anjloknya nilai tukar rupiah,” bebernya.

Tak hanya perusahaan, tingginya nilai dollar tersebut juga akan berdampak kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) gulung tikar karena tak mampu membeli bahan baku impor.

“Daya beli juga tentu akan menurun, pemerintah harus mengambil langkah atas turunnya nilai tukar rupiah,” imbuhnya.

Para mahasiswa ini pun mengharapkan masyarakat untuk turut membantu menguatkan nilai tukar rupiah dengan tetap menggunakan produk dalam negeri dan penggunaan mata uang rupiah dalam transaksi.

Jokowi Diminta Mundur

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pun diminta mundur sebagai Presiden RI setelah nilai tukar (kurs) rupiah terus melemah. Permintaan Jokowi mundur sebagai presiden itu dilontarkan Ketua Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.

Baca Juga:   BPK Tak Temukan Penyelewengan Dana Kemah Pemuda Islam Indonesia

Ferdinand Hutahaean meminta Jokowi mundur sebagai Presiden RI ini disampaikan melalui laman Twitternya @LawanPoLitikJW, Selasa (4/9/2018). Ferdinand meminta Jokowi mengumumkan pengunduran diri sebelum negara terbengkalai karena penguatan dolar AS.

Ferdinand yakin rakyat tidak mau menjadi korban karena pemerintah telah salah dalam mengurus negara. “Jika pemerintah sudah tak punya kebijakan lagi untuk menahan laju dolar, sebaiknya sebelum negara ini mangkrak, kami minta Jokowi umumkan pengunduran diri.

“Bangsa ini ada 260 juta lebih manusia, saya yakin mereka tidak mau jadi korban hanya karena pemerintah salah urus negara,” tulis Ferdinand melalui akun Twitternya @LawanPoLitikJW.

Pada unggahan sebelumnya, Ferdinand juga memberikan komentar terkait melemahnya nilai tukar rupiah yang mencapai Rp 15.029 per dolar AS. Ferdinand mempertanyakan soal intervensi dari Bank Indonesia. Dirinya juga menyindir Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dengan memberikan ucapan selamat.

Dalam unggahan tersebut, Ferdinand menyertakan foto rupiah dalam kurs dolar. “Grafik ini menunjukkan tdk ada penurunan. Artinya bahwa intervensi sdh tak mampu menahan laju Dolar. Atau kah mungkin sama sekali tidak ada intervensi dr BI? Selamat untuk pak Jokowi atas prestasi ini. Bapak menyamai Soeharto, SBY dulu tak mampu bikin Dolar 15 rb.” tulis akun @LawanPoLitikJW.

Diberitakan sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menembus angka Rp 15.029, pada Selasa (4/9/2018) malam. Seperti dikutip dari Kursdollar.net, hingga pukul 19.20 WIB nilai tukar rupiah mencapai Rp 15.029 per dolar AS.

Loading...

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

More in Nasional