Connect with us
Dibaca: 1.157

Internasional

Rusia Jawab Tuduhan Presiden Jokowi Soal ‘Propaganda Rusia’, Netizen: Ternyata Jokowi Selevel Tsamara

Presiden Jokowi dan Presiden Vladimir Putin. Foto: Istimewa

SWARARAKYAT.COM – Tudingan capres petahana, Jokowi terhadap kubu tim sukses capres dengan isu telah memakai strategi kampanye ‘Propaganda Rusia’, menuai reaksi keras dari Rusia.

Lewat Kedutaan Besar nya di Jakarta, Federasi Rusia memberikan bantahan atas penyataan yang dilontarkan Jokowi tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Jokowi melontarkan isu itu dalam acara deklarasi forum alumni Jawa Timur di Surabaya, Jawa Timur pada hari Sabtu (2/02/2019).

Baca Juga:   Polisi Kerajaan Arab Putuskan Habib Rizieq Adalah Korban

Melalui akun Twitter resmi  @RusEmbJakarta, Senin (4/02/2019) Duta Besar (Dubes) Federasi Rusia untuk Indonesia, Lyumila Georgievna Vorobieva memberikan penjelasan lengkap.

“Berkaitan dengan beberapa publikasi di media massa tentang seakan-akan penggunaan “propaganda Rusia” oleh kekuatan-kekuatan politik tertentu di Indonesia, kami ingin menyampaikan sebagai berikut,” tulis Lyumila.

Dubes Rusia menggarisbawahi bahwa posisi prinsipil Rusia adalah tidak campur tangan pada urusan dalam negeri, dan proses-proses elektoral di negara-negara asing. Termasuk Indonesia yang merupakan sahabat dekat dan mitra penting kami.

Berkaitan dengan tuduhan ‘Propaganda Rusia’ dia menerangkan sebagaimana diketahui istilah “Propaganda Rusia” direkayasa pada tahun 2016 di Amerika Serikat dalam rangka kampanye pemilu presiden. Istilah ini sama sekali tidak berdasarkan pada realitas.

Baca Juga:   Duh! Caleg PAN Tolak Kampanyekan Prabowo-Sandi, TKN Jokowi-Ma'ruf "Bilang Begini"

Postingan si Dubes dibanjiri tanggapan dan komentar para pegiat platform Twitter. Pada umumnya mereka menyesalkan tindakan Presiden Jokowi itu.

Isu yang dilontarkan itu dapat menggangu hubungan persahabatan Indonesia dan Rusia.

Simak beragam komentar warga maya mulai dari cuitan serius sampai sekadar candaan.

@TopeRendusara: Clear ya calon presiden no 1 joko widodo telah menyebar dan menyampaikan berita tidak benar/hoax dan telah bertutur kata yang merusak damainya pemilu 2019.

@ZainalA27947946: Maafkan presiden kami Bu Dubes, krn ketidaktahuannya istilah apa itu”propaganda Rusia” dia sbtlnya tak tahu apa2 krn hanya petugas partai yg jalanin perintah doang. Istilah OBLIGASI aja kagak tau kok, harap maklum ASBUN !!

Baca Juga:   Polisi Mengaku Kesulitan Usut Situs Skandal Sandiaga Uno

@savana_rindumu: Secara global, Rusia & China, adalah sahabat sejati dalam kancah perpolitikan dunia. Sedangkan Indonesia, sudah sejak presiden Sukarno berhubungan dengan Uni Soviet/ Rusia sebagai dukungan dalam memperkuat militer Indonesia.
Kini, mengapa harus ada propaganda di antara kita?

@Iriawadi: Itulah kalau Indonesia tidak memiliki pimpinan yang mempunyai wawasan hubungan internasional.

@nustya88: makin kliatan kualitas intelektual-nya si Jaenudin. Jangan asal tuduh negara lain bos. Panggil dulu (oleh Menlu) itu Ibu Duta Besar-nya. Tanyain, di cek “apa bener negara Ibu campuri urusan Pilpres di Indonesia”, kalo terbukti, kasih peringatan, tetap bandel persona non grata.

@IsNkri: Saya kira ini sudah jelas penjelasan perwakilan Rusia di Indonesia. Jadi sebagai bangsa besar. TDK elok presidennya menuduh Rusia tanpa Fakta yg jelas.

@SatyaWiwaha: Sy makin ragu apa sebenarnya pak Jae itu paham yg dia ucapkan atau sekedar ikut arahan konsultannya? Bukannya merangkul banyak kawan, tapi kini malah semakin banyak tambah lawan, memukul kiri kanan, termasuk negara sepenting Rusia.’Duh.

@kbenaranHakiki: Jadi hoax ya? Terbukti kubu mereka yang lebih banyak keluarkan hoax, fatal lagi.

@ariel_minang: Rusia dua kali berurusan dengan masalah kebijakan amatir kecil: di Indonesia, ketika kader PSI memfitnah Putin sebagai arogan dan otoriter, dan yang paling baru Presiden jokowi sendiri menyatakan bahwa istilah propaganda Rusia mewarnai kampanye hitam di Indonesia.

Baca Juga:   Ratna Sarumpaet Ditolak di Batam, Kapolresta: Bisa Timbul Konflik Sosial

@BudiChe: Maafkan kami ya bu dubes atas keterbatasan presiden yang kalau ngomong sesuai teks dan nggak disaring dulu. Semoga hubungan kedua-dua negara akan semakin eret di era Presiden Prabowo. Insha Allah..

@rambecanlyputra: Gimana ne pak @jokowi kami sbg warga bapak perlu utk bapak klarifikasi ini. Kasi bukti2nya pak sm mereka biar kami bangga punya Pak presiden seperti pak @jokowi.

@mbahenanang: Biasa panik…dr yg gaji sapa ga boleh lewat tol sampe doa d revisi skg blunder bawa negara orang laen…semoga ga berlanjut blundernya sampe. april ajah..

@maknyafatih: Presiden yg doyan baca komik, urusan pemerintahan denger-denger pembisiknya saja klo lagi ngobrol terus asal comot istilah tanpa paham apa-apa supaya kelihatan pinter dan mencelakakan hubungan diplomatik. Hadeuh.

@bambangwn: Sebagai warga sy merasa sedih punya presiden spt ini.. Sebagai pengajar Politik dan Pemerintahan Rusia, isu ini bisa menjadi bahan diskusi yg menarik sampai tgl 17 April nanti.. hehe..

@yosie_prastiyan: Tenang…sebentar lagi pasti diralat..

@xKoIman: Maaf. Beliau cm sedang khilaf. Mungkin beliau lelah.

@VenusRae2: Hadeh mulai main api nih.. ntar dikirimi satu ICBM SR-28 Sarmat gak jadi pemilu kita..

@AgungbeEs: sorry madame..in Russian you can call him PLONGAV PLONGOV..

@win_utomo: Selevel sama tsamara ternyata. Bawa2 Rusia segala.

(sta)

Baca Juga:   Beri Kuliah di Seoul, Jokowi Cerita Aksinya Naik Motor Terbang di Asian Games

Advertisement

Penulis

Advertisement

More in Internasional

error: Dilarang copy paste tanpa izin!