Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Connect with us
Dibaca: 27.719

Nasional

Sebagian Banser Menolak Dikirim ke Papua Gebuk OPM, Ini Alasannya!

Anggota Banser - Foto: Istimewa

SWARARAKYAT.COM – Aksi gerakan separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) semakin brutal. Baru-baru ini, mereka melakukan pembantaian terhadap 31 pekerja proyek jembatan Trans Papua.

Pembunuhan 31 pekerja di papua ini terjadi di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. 31 pekerja ini merupakan karyawan BUMN PT Istaka Karya.

Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dikenal kerap melontarkan pernyataan sebagai “Garda Terdepan Menjaga NKRI”. Dengan adanya aksi keji OPM ini membuat publik penasaran dengan keberanian Banser.

Baca Juga:   Busyet! Puluhan Ribu Warganet Tandatangani Petisi "Bubarkan Banser"

Hal ini memantik media suaranasional melakukan wawancara dengan beberapa anggota Banser ditanya soal kesiapan bila dikirim ke Papua melawan OPM.

Namun beberapa Banser menolak untuk dikirim ke Papua menghadapi Organisasi Papua Merdeka (OPM). Anggota Banser Kabupaten Kudus Kang Saad (43) tidak setuju dikirim ke Papua.

Baca Juga:   Ustadz Abdul Somad Tanggapi Tudingan Ulama Radikal dan Kasus Habib Bahar

“Itu tugas TNI dan Polri bukan Banser,” ungkapnya.

Kang Saad yang sehari-hari berprofesi sebagai guru madrasah ini menilai opini yang meminta Banser dikirim ke Papua sebuah pembodohan dan ingin mencitrakan sayap kepemudaan NU itu buruk.

“Ini hanya perang opini dan tidak perlu ditanggapi. Kalau menanggapi sama gilanya,” jelasnya.

Anggota lainnya dari Welahan Demak Nasih (35) mengatakan, opini yang meminta Banser dikirim ke Papua itu upaya mencitrakan buruk.

Baca Juga:   Ribuan Warga Hadiri Ceramah UAS di Papua, Nonmuslim Papua: UAS Pemersatu Bangsa dan Cinta NKRI

“Kita cinta tanah air, tetapi tidak harus berperang melawan OPM. Ada UU yang mengatur,” paparnya.

Yatno (36) anggota Banser dari Sayung Demak tidak mempermasalhkan sayap kepemudaan NU Itu dikirim ke Papua.

“Kami siap saja, tentu ada persiapan khusus mulai fisik maupun rohaniah seperti amalan-amalan doa untuk keselamatan,” pungkasnya. (Ren)

Advertisement

Penulis

Advertisement

More in Nasional