Sebut Lahan Pulau Rempang Milik BP Batam, Wanita Ini Semprot Kapolri: Bilang Aja Dijual ke Asing

SWARARAKYAT.COM – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menanggapi kisruh sengketa lahan di Pulau Rempang, Batam Kepulauan Riau.

Kapolri meminta kepada masyarakat Pulau Rempang untuk menerima relokasi karena lahan Pulau Rempang sudah dimiliki oleh otoritas Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Kapolri mengatakan bahwa Kepolisian RI berusaha memperkuat Sosialisai kepada masyarakat sekitar yang akan direlokasi, agar bisa menerima.

“Karena tanah yang ada saat ini adalah milik otoritas BP Batam, sehingga mau tidak mau pada saat dibutuhkan, maka harus diserahkan,” jelas Kapolri.

Baca Juga: Ada Legenda Cinta Di Pulau Kemaro Palembang

Sontak, penjelasan Kapolri Listyo menuai tanggapan keras dari seorang wanita atau ibu-ibu yang tak diketahui namanya itu.

Melalui tayangan video yang viral di media sosial, wanita tersebut menanggapi pernyataan Kapolri.

“Kapolri punya otak nggak? Kalau punya ngapain gak dipake. Nanti dibilang bodoh marah, iyakan?,” kata ibu itu diawal video.

“Kalau nggak punya hati, terserah lah. Emang banyak manusia sekarang ini manusia Dajjal,” lanjutnya.

Baca Juga: Penggusuran Pulau Rempang, LBH ICMI: Pemerintah Lebih Membela Investor Asing

“Coba gimana jadi pejabat atau jenderal kalo ngga punya otak, asal sembarangan aja kalo ngomong, seenak jidat,” tegasnya.

“Mereka tuh, disana itu nenek moyangnya tinggal sejak 1720 ya. Indonesia ini merdeka 1945. BP Batam itu berdirinya kapan? Kalau saya tengok di google itu tahun 1971.

Jadi bagaimana mungkin itu punya BP Batam. Jadi BP Batam itu ada, sah tiba-tiba dia langsung menguasai tanah warga, gitu ya. Pak, itu tuh bukan pendatang tepi pinggiran sungai Ciliwung, jangan bapak samain ya.

Itu bukan pendatang kayak di Jakarta yang bisa numpang-numpang di tanah-tanah yang udah dimiliki negara duluan sebelum mereka datang.

Mereka itu penduduk asli disana, paham nggak? Nanti dibilang bodoh marah. Dibilangin ujaran kebencian. Tapi kalian menjabat tidak pakai otak.

Kalau nggak pake hati, yaudah gentleman aja bilang, ini tanah udah kami jual kepada asing melalui HGU HGB.

Bilang aja, kalian pergilah sana. Kami ini pengkhianat bangsa, pergi kalian dari sana. Ini tanah sudah kami jual ke asing, bilang aja kayak gitu, gentleman aja.Tak usah bilang ini milik BP Batam lah,” semprot ibu tersebut.(red)