Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Connect with us
Dibaca: 91

Internasional

Selain Dikenal Negara Terjerat Utang IMF, Yunani Ternyata Negara Asal Sejarah Sistem Diplomasi

Bendera Yunani - Sumber: Indo Gold

SWARARAKYAT.COM – Yunani merupakan salah satu negara di benua Eropa yang tengah menjadi perbincangan pada tahun 2015 lalu. Kegagalan membayar hutang sebesar Rp 22 triliyun pada IMF (Internasional Monetary Fund) menyebabkan Yunani mengalami kebangkrutan.

Namun, dibalik berita tersebut terdapat fakta yang mencengangkan bahwa Yunani merupakan negara asal sejarah munculnya praktik diplomasi.

Diplomasi merupakan kata yang tidak asing di dengar bagi masyarakat, mengingat diplomasi sendiri erat menjadi praktik yang digunakan sehari-hari untuk memperoleh kepentingan.

Baca Juga:   Korsel Protes, Pesawat Militer China Sering Menyusup ke Wilayah Udaranya

Diplomasi secara sederhana merupakan praktik berunding untuk mencapai kepentingan.

Diplomasi pertama kali muncul pada era peradaban abad ke-8 Yunani kuno. Diplomasi yang terjalin diantara pemerintahan pada masa Yunani kuno lebih banyak dilaksanakan dalam bentuk pesan oral secara lisan daripada melalui dokumen tertulis.

Sehingga dari pernyataan tersebut, dapat diketahui bahwasannya praktik-praktik diplomasi pada masa Yunani Kuno menjadi awal lahirnya prinsip untuk selalu menekankan pentingnya publisitas dan transparansi dalam menjalankan seni berunding.

Baca Juga:   Sejumlah Kejanggalan Pada Kematian Jamal Khashoggi Terungkap

Berawal dari seni berunding era Yunani kuno, inilah 3 hal yang kemudian menjadi sumbangsih bagi praktik diplomasi era modern:

Diplomat: Diplomat merupakan perwakilan negara dalam seni berunding. Namun kemunculan prinsip diplomat dalam era modern berasal dari istilah “Heralds” yang berarti orang suci.

Masyarakat Yunani Kuno pada saat itu percaya bahwa heralds dilindungi oleh para dewa. Tugas utama dari utusan diplomatik ini tidak hanya untuk menyampaikan pesan, tetapi juga bertugas membuat argumen secara lisan atas nama negara-kota mereka sendiri untuk disampaikan baik dihadapan negara-kota asing ataupun di hadapan debat publik untuk menunjukkan posisi negara-kota yang diwakili.

Baca Juga:   Meski Dibantah, Video Percakapan Luhut dan Sri Mulyani Viral, Arahkan Pose Satu Jari di IMF-WB

Kantor Konsulat: Sistem konsulat berasal dari istilah “proxenos” yang berarti warga lokal yang secara sukarela difungsikan sebagai konsul dari negara-kota lain.

Jika kebutuhan bisnis konsuler muncul di negara-kota asing, maka seorang warga lokal akan diberikan predikat “proxenos” oleh negara-kota yang diwakili untuk difungsikan sebagai konsul yang akan berhubungan dengan negara-kota asing tersebut.

Sistem ini dikembangkan karena pada saat itu masyarakat Yunani tidak menganggap bahwa diplomasi memiliki peran yang berbeda dengan pemerintah dikarenakan tidak adanya lembaga formal terkait diplomasi seperti kedutaan permanen.

Baca Juga:   Pemerintah Hibahkan Ratusan Laptop dan Printer Bekas Acara IMF-WB di Bali

Non-Gratifikasi: Transparansi adalah tradisi dalam seni berunding yang hingga kini diterapkan. Sistem ini berakar dari larangan untuk pertukaran hadiah dalam peradaban Yunani Kuno karena dianggap sebagai bentuk suap dalam berdiplomasi. Salah satu kasus yang terjadi terkait hal ini, yakni pada saat itu utusan diplomatik Athena yang menerima hadiah dari Persia saat menjalankan misi diplomatik.

Sehingga utusan tersebut harus menerima hukuman mati saat kembali, karena hal tersebut dianggap sebagai bentuk suap dan pelanggaran terhadap tradisi.

Catatan: Artikel ini diambil dari berbagai sumber terpercaya.

Loading...

More in Internasional