Connect with us
Dibaca: 106

Opini

Selamat Hari Raya Natal, Antara Prabowo vs Black Campign Kubu Lawan

Prabowo Subianto (Dok Gerindra)

Oleh: Ustad Sambo
Pengasuh Pondok Pesantren Hilal Bogor,
Sahabat yang mengenal Prabowo sejak 1997 sampai sekarang

Setelah mendengar pendapat dan menampung berbagai pandangan serta nasehat dr para ulama dan ustad yang memiliki integritas dan kapasitas keislaman yg memadai, antara pro dan kontra terkait ucapan selamat natal, maka Prabowo mengambil keputusan dgn hati-hati dan sangat teliti dengan kata dan kalimat untuk kemudian mengucapkan selamat Hari Raya Natal bagi umat Kristiani.

Ini adalah “jalan tengah” yg dapat dilakukan seorang Prabowo, setelah menimbang dan memperhatikan pendapat para ulama dan ustad yang memberikan masukan2 kepada beliau. Di satu sisi ada yang kontra dan ada yg pro dlm mengucapkan Selamat Hari Raya Natal dengan alasan normatif, sosial dan politik.

Pertama, alasan normatifnya, adanya sejumlah ulama salaf dan Khalaf seperti Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dan Yusuf Al-Qardhawi yang memperbolehkan dengan syarat tidak merusak aqidah, walaupun mayoritas ulama tdk memperbolehkannya.

Baca Juga:   Cakra 19, Tim Senyap Luhut Panjaitan, Tendang Gatot Nurmantyo, Prabowo Tunggu Giliran?

Kedua, alasan sosial, sebagai bagian dari keluarga yang mayoritas beragama Kristiani, tidak mengucapkan selamat sebagaimana tahun-tahun sebelumnya akan mengundang reaksi sosial yang negatif. Apalagi stigma intoleran yang selama ini digaungkan sejak Prabowo didukung PAN, PKS dan sejumlah ormas2 yang tergabung dalam komunitas simpatisan dan alumni 212. Ucapan selamat Hari Raya Natal tsb bermanfaat untuk menepis stigma negatif dan kesalahpahaman itu.

Ketiga, Prabowo adalah calon pemimpin bangsa. Semua pemimpin bangsa, mulai dari Soekarno hingga Jokowi, selalu mengucapkan selamat natal setiap tanggal 25 Desember.

Sebagai calon pemimpin bangsa Prabowo tentunya dituntut untuk menunjukkan sikap kenegarawanan tsb. Ini seperti S.O.P politik yang dituntut oleh persepsi Rakyat Indonesia. Beliau calon pemimpin yang dituntut bisa memastikan sikapnya untuk melindungi dan menghormati semua agama di negeri ini.

Prabowo menyadari pentingnya komitmen dalam mengikuti ajaran agama dengan cara mematuhi para ulama dan ahli agama di satu sisi, dan kewajiban menghormati, menghargai dan memastikan kenyamanan bagi semua pemeluk agama yang nanti akan beliau pimpin, disisi yg lain.

Baca Juga:   Menakar Dampak Tol Trans Jawa bagi Rakyat

Karena itu, beliau meminta kepada para ulama dan ustad yg dekat dgn beliau untuk memberi masukan redaksional dalam pelafalan selamat Hari Raya Natal, agar tidak ada pelanggaran dan kesalahan yg fatal terhadap agama Islam yang dianutnya.

Meski demikian, ucapan selamat Hari Raya Natalnya Prabowo ini dijadikan pintu masuk oleh kubu lawan untuk menyerang. Ada upaya _black campign_ dengan meng-upload foto-foto atau video Prabowo dlm acara bersama keluarga seolah-olah Prabowo sedang mengikuti ritual ibadah natal.

Foto dan gambar yang sama juga sudah pernah dimunculkan lima tahun lalu ketika Prabowo capres 2014. Hal ini diulang-ulang kubu lawan untuk menyerang dengan isu agama.

Fitnah ini sengaja diproduksi untuk pertama, meragukan keislaman Prabowo. Kedua, menciptakan keraguan kpd para ulama yang selama ini konsisten mendukung Prabowo Sandi.

Jika mempersoalkan ucapan selamat ‘Hari Raya Natal’-nya Prabowo, tidakkah Kiyai Ma’ruf Amin juga melakukan hal yang sama, bahkan terkesan berlebihan, padahal beliau adalah ulama dan tokoh agama? Malah menyebut “kami dari kristiani”.

Baca Juga:   The Ori And The Fake, Selamat Hari Pahlawan, Jenderal!

Tentu gorengan isu terkait masalah Natal ini murni soal politik menjelang pilpres April 2019, bukan soal hukum dan aqidah.

Dan semua itu tentunya tdk berpengaruh terhadap dukungan Ummat Islam dan Rakyat Indonesia kpd Prabowo Sandi karna Ummat Islam dan Mayoritas Rakyat Indonesia sdh semakin cerdas dan tentunya tidak bisa ditipu lagi dgn isu2 dan fitnah murahan seperti itu.

Prabowo memang bukanlah sosok pemimpin yg ideal dr sisi agamanya dan beliau juga sadar akan hal itu bhw agamanya banyak kurangnya sehingga beliau tak segan utk selalu bertanya dan berkonsultasi kpd para ustad dan ulama dlm masalah2 agama yg beliau kurang faham.

Walaupun kadang2 terjadi pergolakan dlm diri beliau dlm mengambil sikap jika ada perbedaan antara pendapat dan nasehat mayoritas ulama disatu sisi dan disisi yg lain ada realita kondisi kebangsaan yg terjadi saat ini, seperti masalah pengucapan selamat hari raya agama kpd umat lain yg merayakannya, seperti yg sedang kita hadapi saat ini. 

Baca Juga:   Denny JA Ahli Bius Jokowi dengan Angka-Angka Survei

Walau demikian keberpihakan dan kedekatan Prabowo kpd Islam dan umat Islam dan keberpihakannya kpd rakyat dan negara Indonesia ini serta jiwa kepemimpinan, patriotik dan nasionalismenya jangan pernah diragukan lagi, karna sdh beliau buktikan semenjak beliau masih muda saat jadi prajurit TNI sampai saat ini.

Mari kita doakan selalu Pak Prabowo Subianto dan Pak Sandiaga Uno dengan segala kelebihan dan kekurangannya agar Allah senantiasa memberikan hidayah, petunjuk dan bimbingan-Nya kepada calon Presiden dan Wakil Presiden kita ini. Semoga beliau berdua selalu berada dalam rahmat dan ridho Allah, serta selalu dalam kebaikan dan kebenaran di setiap ucapan dan tindakannya.

Mari juga kita berdoa semoga Allah memberikan kemenangan kepada Pak Prabowo Subianto dan Pak Sandiaga Uno untuk memimpin bangsa ini sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019 sd 2024.

Kita juga berdoa semoga kemenangan Pak Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menjadi keberkahan bagi seluruh rakyat Indonesia dengan kemampuan mewujudkan cita-cita negeri Indonesia yg kita cintai ini menjadi negeri yg Adil, Makmur, Aman dan Damai di bawah rahmat dan ridho Allah Subhaanahu wa Ta’aala,
Aaamiin Yaa Rabbal ‘aalamiin

Bogor, 26 Desember 2018

Advertisement

Penulis

Advertisement

More in Opini

error: Dilarang copy paste tanpa izin!