Connect with us
Dibaca: 352

Politik

Sholat Jumat Di Masjid Raya Alfata Ambon, Jamaah Tumpah Ruah, Aktivis: Prabowo Catat Sejarah Baru

Prabowo di Ambon - Foto: Twitter

SWARARAKYAT.COM-Baru kali ini tampak jamaah tumpah ruah mengikuti sholat Jumat di Masjid Raya Alfata, hal itu dipicu kehadiran Prabowo Subianto. Seorang aktivis Maluku, Firdaus Ferry Ohorela menyebut kehadiran Prabowo mencatat sejarah baru politik berbasis keumatan.

Ferry mengaku, kehadiran Prabowo Subianto pada sholat jumat bersama di Masjid Raya Alfata 28 Desember 2018 lalu menjadi catatan Sejarah Baru.

“Kenapa demikian, dalam catatan sholat Jumat di Masjid Raya Alfata sebelumnya, baru kali ini jamaah sholat jumat tumpah ruah melaksanakan sholat sampai ke halaman Masjid,” tulis Ferry dalam keterangannya yang diterima Swararakyat.Com, Minggu (30/12/2018).

Baca Juga:   Cak Nun: Aktivis Korban Penculikan Berterimakasih Kepada Prabowo

Bukan saja itu, kata dia, mulai kedatangan sampai pulang Pak Prabowo diantar oleh jamaah masjid sepanjang jalan AY Patti dengan penuh haru biru.

“Bandingkan dengan antusias masyarakat di setiap daerah yang dikunjungi Prabowo Subianto. Fakta inilah yang menjadi Sejarah Baru perjalanan seorang Prabowo Subianto dalam perjuangan politiknya untuk memperbaiki bangsa dan negara,” ulasnya.

Lebih lanjut Tenaga Ahli DPR RI ini berharap, semoga aura kemenangan Masjid Raya Alfata yang pernah ditorehkan oleh presiden Soekarno berlanjut pada Prabowo Subianto untuk memenangkan pemilu presiden 2019.

“Kehadiran Calon Prasiden Nomor urut 02, Prabowo Subianto di masjid Raya Alfata kota Ambon Maluku pada Jumat, 28 Desember 2018 tersebut, mengingatkan kita tentang perjalanan Sejarah Bangsa Indonesia dalam perjuangan merebut kembali Irian Barat dari tangan penjajah Belanda ke pangkuan Ibu Pertiwi,” tulis Ferry.

Ferry menukilkan sejarah lahirnya Masjid Raya Alfata, ia menceritakan bahwa dalam menghadapi situasi keamanan nasional yang begitu genting ketika menghadapi perjuangan membebaskan Irian Barat kala itu, Soekarno yang juga dikenal sangat Visioner dalam mengelola negara.

Presiden Soekarno sebagai panglima tertinggi angkatan perang, menunjuk kota Makasar sebagai Pusat Komando dan menempatkan pasukan pemukul di Ternate dan Ambon. Sejarah perang Indonesia ini yang dikenal dengan nama Komando Mandala. Strategi perang ala Soekarno itu membuahkan hasil adalah “kemenangan”.

Baca Juga:   Video Viral! Petugas Medis Mogok, Pasien Gawat Darurat Terlantar di RS Jayapura

“Perisrtiwa itu sangat erat kaitannya dengan berdirinya Masjid Raya di tengah tengah kota Ambon, pada tahun 1962. Dimulai dengan peletakan Batu Pertama oleh presiden Soekarno dan sekaligus Sang Presiden menamakannya dengan nama Masjid Raya Alfata. Penamaan Alfata itu dengan maksud, bangunan Masjid akan menjadi Saksi bisu untuk mengenang perjuangan pembebasan Irian Barat kepada anak cucu bangsa Indonesia. Alfata artinya Kemenangan,” tutupnya. (Arum)

More in Politik

error: Dilarang copy paste tanpa izin!