Daerah  

Silaturahmi Dan Konsolidasi Keluarga Besar KAHMI dan HMI Tanah Datar

Swrarakyat.com, Sumbar – Kegiatan Silaturrahmi dan Konsolidasi keluarga besar KAHMI dan HMI tahunan ini dihadiri Wakil Bupati Tanahdatar Richi Aprian SH. MH selaku Penasehat KAHMI dan Koordinator Majelis Daerah (MD) Presidium KAHMI Tanah Datar Fakhri S. Ag dan Sekretaris Umum HMI Cabang. Sabtu (29/03/2024).

Selain itu turut hadir juga pengurus lainnya termasuk, Korps-HMI-Wati (Kohati) serta kader KAHMI- HMI dan KOHATI.
Kegiatan Silaturrahmi dan Konsolidasi KAHMI dan HMI itu, diawali dengan Berbuka puasa bersama dan shalat Maghrib berjama’ah dirumah kediaman Wakil Bupati Tanah Datar.

Kemudian dilanjutkan dengan bincang-bincang sesama kader yang di moderatori oleh Presidium MD KAHMI Tanah Datar.
Koordinator MD KAHMI Tanah Datar, Fakhri S.Ag,  mengharapkan agar kiranya KAHMI maupun HMI bersatu dan tetap solid. terutama menyikapi peluang dan tantangan KAHMI dan HMI kedepan, hingga hal-hal  yang sangat strategis sekalipun, pungkasnya.

Sebagai bagian dari Keluarga besar KAHMI dan HMI “Kita harus bersatu. Yakin Usaha sampai (Yakusa). Harapan kita peluang itu ada, ke depan orang-orang HMI ada di berbagai tempat. KAHMI dan HMI selalu ada dengan strategi dan semangat perjuangannya yang bernafaskan Islam.

Sementara itu, Richi Aprian SH.MH selaku penasehat Kahmi Tanah Datar yang juga merupakan Wakil Bupati Tanah Datar. dirinya merupakan jebolan HMI Cabang Bandung Jawa Barat menyampaikan harapannya bagaimana keluarga Kahmi dan HMI mampu merealisasikan dirinya sebagai insan pencipta, pengabdi yang berwawasan Islam sesuai dengan tuntutan kondisi daerahnya yang menganut unsur Adat, Budaya dan Agama. Disamping menganut kepemimpinan “Tali tigo Sapilin dan Tungku tigo Sajarangan”.

Lebih lanjut Richi Aprian SH.MH menyebutkan, jangan sampai tungku tigo sajarangan tersebut duduknya berjarang-jarang, Seyogyanya Keluarga KAHMI dan HMI merespon dan berkontribusi dalam menyikapi hal tersebut, karena bisa jadi bahan kajian dan diskusi oleh keluarga KAHMI dan HMI sebagai “agen of change” sekaligus “problem solving”. Begitu juga persoalan terkait dengan peran dan posisi bundo kanduang dan masuk dalam program Alumni Kohati dan kohati sebuah keharusan, tuturnya. (HAQ)