Connect with us
Dibaca: 298

Politik

Soal Negara Punah, Fahri Hamzah Perkuat Pendapat Prabowo, Begini!

Fahri Hamzah

SWARARAKYAT.COM – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah di Twitter @fahrihamzah menanggapi pidato Prabowo Subianto yang disampaikan dalam orasinya kemarin (17/12/2018) di SICC Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Di depan ribuan kader dan anggota yang datang dari penjuru tanah air di Konferensi Nasional Partai Gerindra, Prabowo menyatakan seandainya Prabowo-Sandi kalah pada Pilpres 2019 maka Negara Indonesia akan punah.

Sontak kubu petahana memberi respon. Dikutip dari Tribun-video.com, Calon Presiden 01 Kiai Ma’ruf Amin merespon pernyataan Calon Presiden 02 Prabowo Subianto tersebut.

Baca Juga:   Lihat Fakta Ahok Ngamuk ke Wartawan Bandingkan dengan Kritik Prabowo pada Liputan Reuni Akbar 212

Ma’ruf meyakini Indonesia tidak akan punah, jika Prabowo dan Sandiaga tak memenangkan Pilpres 2019. Bahkan, ia meyakini Indonesia akan semakin maju karena Presiden Joko Widodo sudah membangun infrastruktur, hingga pelosok daerah.

“Indonesia tidak akan punah, memang anu, apa namanya, hewan purba. Saya kira Indonesia ke depan makin kuat. Apalagi pak Jokowi pada periode pertama sudah meletakkan milestone-nya. Tonggak-tonggaknya sudah ada,” ujar Ma’ruf di Rumah Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/12/2018).

Berbeda dengan Kyai Ma’ruf. Fahri Hamzah menyampaikan hal yang sama. Dia membela pernyataan pak Prabowo. @fahrihamzah memulai pemaparannya dari falsafah ekonomi bangsa.

Baca Juga:   FPI Tegas Tolak Dukungan Prabowo ke Australia Soal Pemindahan Kedubesnya ke Israel

“Bung Hatta (Proklamator) meletakkan dasar berekonomi negara ini dengan falsafah demokrasi ekonomi, yaitu ekonomi yang bersumber dari, oleh dan untuk rakyat. Penguasaan ekonomi oleh segelintir elit jelas bertentangan dengan falsafah itu,”

“Apalagi jika ketimpangan akibat Penguasaan elit ekonomi dan politik atas kekayaan negara harus dihentikan jika kita tidak mau menjadi negara gagal. Reformasi dan pembenahan institusi ekonomi dan politik menjadi mutlak dilakukan. Agar kekuatan dan kekayaan tersebar merata,”

“Gejala pemusatan ekonomi ada di mana2. Gerakan occupy wall street (2011) di New York akarnya adalah ketimpangan. Slogan ”We are the 99%” yang disuarakan para demonstran merujuk pada ketidaksetaraan pendapatan dan kekayaan di AS antara orang-orang kaya (1%),” urai Fahri.

“Sehingga ketika Prabowo mengatakan ekonomi kita di kuasasi segelitir elit, itu sangat masuk akal dan gejala ini bukan hanya terjadi di Indonesia, ini sudah menjadi isu dan permasalahan global. Sudah banyak elit dan para intelektual bicara tentang ini,”

Baca Juga:   Ucapan Caleg Nasdem: Biar Palu Diguncang Gempa, Tetap Pilih Jokowi, Seminggu Kemudian Terkabul

“Narasi yg dibawa prabowo tentang kesenjangan dan kepunahan negara menurut saya itu narasi global. sudah disuarakan intelektual kelas dunia. setidaknya ada 3 buku penting yg ditulis oleh para pakar pembangunan tentang betapa pentingnya dan relevannya isu itu,”

“Di masyarakat awan, belum terlalu dipahami bahwa antara Ketimpangan ekonomi dan Negara Punah ada hubungannya. Itulah sebabnya pidato @prabowo bukan membawa kajian yang serius malah dicibir. Termasuk dari yang rada bisa mikir. Kecuali kalau semua sdh #GakMikir. #NegaraBisaPunah,”

“Ingin memancing perdebatan ilmiah tentang tema pidato capres @prabowo soal #NegaraBisaPunah tapi siapa Yg bisa menanggapinya secara ilmiah ya.?? Karena tema ini seharusnya judul besar dalam debat #Capres2019 ini. #Pilpres2019 akan seru kalau ini jadi perdebatan,” ajak Fahri.

Baca Juga:   SBY dan Prabowo Sepakati Mulai Januari Fokus Kampanye Pemenangan

Global Wealth Report merilis 1% orang terkaya di Indonesia menguasai 46,6% kekayaan penduduk. Dan 10% orang terkayanya menguasasi 75,3% kekayaan total penduduk Indonesia. (link: https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/10/30/1-orang-terkaya-indonesia-menguasai-46-kekayaan-penduduk) databoks.katadata.co.id/datapublish/20…. Ini fakta ketimpangan #NegaraBisaPunah”

Sambil menyindir Fahri menekankan bahwa Masalah tidak bisa selesai dengan modal wajah cengengesan..kita punya masalah serius dan kita perlu orang-orang serius.

Baca Juga:   Pegiat Medsos: Tak Ada Kecaman dari Pendukung Jokowi Soal Hoax Esemka, Beda dengan Hoax Ratna

“Sekali lagi, suara pak @prabowo di Indonesia sangat relevan dan sangat mewakili suatu kecemasan. Beliau adalah anak begawan ekonomi Prof. Sumitro Djoyohadikusumo dan keluarga yang sangat “melek” dengan ekonomi suatu negara.”

“Maka, pidato @prabowo sebagai keturunan para pendiri koperasi dan perbankan sejak zaman dahulu adalah legitimate. Tapi karena beliau akan bertarung menuju kursi kekuasaan tertinggi di Republik ini, biarkan beliau bertarung dengan narasi itu.” pungkasnya. (ren)

More in Politik

error: Dilarang copy paste tanpa izin!