Connect with us
Dibaca: 124

Amerika

Sudah 26 Negara Cekal Pesawat 737 MAX, Trump Protes, Telepon CEO Boeing

Presiden Amerika Serikat Donald Trump - AFP

SWARARAKYAT.COM – Kini makin banyak negara dan maskapai yang beramai-ramai mencekal pesawat Boeing 737 MAX 8 beroperasi.

Langkah ini terjadi setelah tragedi mematikan yang melibatkan Ethiopian Airlines pada Minggu (10/3/2019), yang menewaskan 157 orang.

Baca Juga:   Ethiopian Airlines Jatuh Sesaat Setelah Take-Off, 1 WNI Jadi Korban Tewas

Baca Juga:   Pria Terkaya Dunia, Bos Amazon, Dapat Ancaman Foto Mesumnya Bakal Diumbar

Terakhir, Selasa (12/3/2019), Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) mengikuti langkah serupa dengan menangguhkan dua model Being 737 MAX di seluruh wilayah udara benua tersebut.

Namun, Southwest Airlines di Amerika Serikat (AS) tetap mengoperasikan 34 unit pesawat Boeing 737 seri terbaru tersebut dan tidak merencanakan perubahan dalam layanan.

Baca Juga:   Donald Trump Kemungkinan Bakal Dimakzulkan

Pesawat Boeing 737 MAX 8. Foto: Mashable

Demikian juga, American Airlines, yang mengoperasikan 24 unit pesawat tipe itu, tidak berencana untuk mengandangkan armadanya.

Lalu, negara mana dan maskapai apa saja yang mengumumkan larangan pesawat Boeing 737 MAX?

Baca Juga:   Wapres JK Tolak Bantuan Trump Untuk Korban Gempa dan Tsunami Palu

Ini daftar negara dan maskapai :
– Afrika Selatan (Comair)
– Anggota EASA
– Argentina (Aerolíneas Argentinas)
– Australia
– Austria
– Belanda
– Belgium
– Brasil (GOL Linhas Aéreas)
– China
– Etiopia
– India
– Indonesia (Garuda Indonesia, Lion Air)
– Irlandia
– Islandia (Icelandair)
– Italia
– Jerman
– Kepulauan Cayman (Cayman Airways)
– Malaysia
– Meksiko (Aeromexico)
– Mongolia (MIAT Mongolian Airlines)
– Maroko (Royal Air Maroc)
– Nowergia (Norwegian)
– Oman
– Polandia
– Perancis
– Singapore

Sebagai catatan, negara yang tidak dicantumkan nama maskapai berarti seluruh perusahaan penerbangan tidak diperkenankan untuk mengoperasikan Boeing 737 MAX.

Baca Juga:   Kebijakan Trump dan Kebangkitan Politik Muslim AS

Presiden AS Donald Trump memberi tanggapan atas insiden kecelakaan pesawat, yang membuat sejumlah negara menghentikan operasional Boeing 737 MAX.

Melalui kicauannya di Twitter, Trump berpendapat, pesawat di era modern saat ini terlalu rumit untuk diterbangkan oleh pilot.

Baca Juga:   Trump Harap Hubungan AS Dan Iran Berlangsung Baik Di Masa Depan

Menyusul pernyataan itu, Trump dan CEO Boeing, Dennis Muilenburg dilaporkan berbicara melalui telepon pada Selasa (12/3/2019).

Prev1 of 2

More in Amerika

error: Dilarang copy paste tanpa izin!