Connect with us
Dibaca: 304

Politik

Surat Edaran Natal dan Tahun Baru Walikota Malang Dinilai Diskriminatif, PSI: Umat Kristen Harus Dihormati

Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

SWARARAKYAT.COM – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyayangkan surat imbauan yang dikeluarkan Wali Kota Malang Sutiaji perihal Perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

“Kami menyayangkan diterbitkannya surat imbauan itu. Surat itu diskriminatif dan tidak mencerminkan rasa keberagaman yang menjadi kekuatan Indonesia,” kata juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bidang hukum Surya Tjandra, Jumat (21/12/2018).

Dijelaskan,dalam surat bernomor 730/4146/35.73.406/2018 bertanggal 17 Desember 2018 dan bersifat penting itu ada 5 poin yang disampaikan.

Baca Juga:   PSI Menyesal Pernah Dukung Bupati Cirebon, Rachel: Terasa ya Korban Kebohongan Itu Gak Enak?, Begini Tanggapan Tsamara

Poin yang dinilai kurang sensitif pada keberagaman termaktub pada poin kedua.

Poin kedua berbunyi Surya Tjandra menjelaskan bagi warga yang mengadakan pesta perayaan Natal dan tahun baru tidak dilakukan secara demonstratif.

Yang mengganggu perasaan umat lain dan mengganggu ketertiban umum serta menyampaikan pemberitahuan kepada pihak terkait sesuai ketentuan yang berlaku’.

Menurut Surya, frase ‘demonstratif yang mengganggu perasaan umat lain’ dalam surat edaran itu berdampak pada terbatasnya ruang bagi umat Kristen dalam merayakan hari keagamaannya.

Baca Juga:   Lihat Kyai Ma'ruf Pamer 'Istilah Asing' dalam Debat Cawapres, Ahoker Ini Akhirnya..

“Umat Kristen yang merayakan Hari Natal justru harus dihormati sebagai bentuk jaminan negara atas kebebasan hak beragama dan berkeyakinan,” kata Caleg PSI untuk DPR-RI dari dapil Malang Raya itu.

Surya berharap Wali Kota Malang dapat mempertimbangkan surat edaran itu agar dicabut seraya membuat aturan yang mendorong rasa kebersamaan antar sesama warga.

Sehingga tercipta sikap saling menghormati dalam kehidupan beragama.

Baca Juga:   Suramadu Gratis, Nasib Kapal Penyebrangan Tragis, Jokowi Serahkan Urusan Kapal ke Gubernur Jatim

“Saya mengapresiasi Walikota Malang yang menyatakan ingin mengayomi semua pihak dan tidak mendeskreditkan kelompok lain dalam konteks ini,” katanya.

“Tapi pernyataan itu harus dibuktikan dalam pembuatan aturan yang inklusif dan tidak menciderai semangat kesetaraan warga di mata hukum,” doktor hukum lulusan Universitas Lieden, Belanda ini menegaskan kembali.

Baca Juga:   Eggi Sudjana: Habib Rizieq Batal Pulang Karena Diancam Sniper dan Ditangkap

Dalam hal aturan mengenai perayaan Natal dan tahun baru, Surya menyarankan Wali Kota Malang belajar dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang menerbitkan aturan yang serupa pada tahun 2016.

“Surat edaran yang diterbitkan Risma itu jelas mempertimbangkan asas kebersamaan. Tidak ada satu poin terindikasi membatasi umat Kristen dalam merayakan Hari Natal. Toleransi di Surabaya benar-benar dikukuhkan, bukan sekedar retorika,” kata dia. (Ren/Tribun)

More in Politik

error: Dilarang copy paste tanpa izin!