Connect with us
Dibaca: 619

Politik

Tak Puas Atas Penunjukan Suharso Monoarfa, Ketum Parmusi Minta Muktamar LB

Kantor DPP PPP, Jl. Diponegoro no. 60, Menteng, Jakarta Pusat. Foto: Swararakyat

SWARARAKYAT.COM – Ketua Umum Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi) Usamah Hisyam, mendesak agar PPP menggelar Muktamar Luar Biasa untuk memilih ketua umum yang baru. Pasca Romahurmuziy menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap jabatan di kementerian agama.

Dia menilai kalau tidak dilakukan Muktamar Luar Biasa, maka dikhawatirkan PPP tidak lolos ambang batas parlemen sebesar 4 persen di Pemilu 2019.

Baca Juga:   Pemuda Asal Manado: Penyebab Gempa Bumi Itu Suara Adzan di Masjid

Baca Juga:   Ada Raja Jokowi dan Ratu Iriana di Sumsel

“Agar PPP lolos ambang batas parlemen maka harus melaksanakan Muktamar Luar Biasa untuk memilih pemimpin baru,” kata Usamah usai menghadiri Munas Alim Ulama, di Jakarta, pada Sabtu (16/03/2019) malam.

Dia mengatakan kalau pimpinan tertinggi PPP dipegang pelaksana tugas, dikhawatirkan partai itu tidak lolos ke parlemen karena Plt Ketum PPP diambil dari kepengurusan atau rezim Romahurmuziy yang diduga telah melakukan korupsi.

Baca Juga:   Kesalahan Teknis Picu Frustasi McGregor

Melansir Antara, dia menjelaskan perlu pemimpin baru di PPP agar ada kepercayaan umat karena kalau hanya Plt Ketum maka terjadi ketidakpercayaan kepada kepemimpinan PPP karena masih dipegang rezim Rommy.

“Muktamar luar biasa bisa dipersiapkan dalam satu satu pekan karena partai seperti PPP sudah struktural. Tidak perlu Plt Ketum namun Ketua Umum Baru agar umat percaya kepada PPP,” ujarnya.

Baca Juga:   Tempuh Jalur Hukum, HMI dan KAHMI Tuntut Tindakan Represif Polisi di Bengkulu

Dia menjelaskan, dalam pelaksanaan Muktamar Luar Biasa, semua komponen PPP harus dilibatkan termasuk kelompok Djan Faridz.

Hal itu sangat penting karena yang diutamakan saat ini adalah komitmen keumatan sehingga slogan “back to Ka’bah” mudah dilakukan karena kalau masih dipegang rezim lama maka ketidakpercayaan masih terjadi.

Baca Juga:   Setelah Dibohongi Ratna Sarumpaet, Prabowo Curhat Begini

Selain itu Usamah juga menyarankan agar kader dan simpatisan PPP melakukan tobat nasional karena kasus dugaan korupsi yang diduga dilakukan Rommy sangat bertentangan dengan nilai-nilai keislaman yang menjadi identitas PPP.

“PPP sebagai parpol Islam berlandaskan kaidah islamiyah, pemahaman fiqih yang dalam, akhlak dan budi pekerti yang baik. Ketika ada pemimpin korup maka harus dilakukan tobat,” katanya.

Baca Juga:   Ma'ruf Amin Kembali Dilaporkan ke Bawaslu Soal Ini

Menurut dia perilaku dan akhlak yang tidak bagus maka harus dilakukan tobat dan zikir, agar umat meyakini bahwa kader PPP tidak akan mengulangi perbuatan seperti yang dilakukan Romahurmuziy, yang merugikan bangsa dan negara.

“Kasus Rommy merupakan pukulan berat bagi parpol berlambang ka’bah ini karena ditangkap hanya urusan seperti ini, memalukan sehingga harus lakukan tobat nasional,” katanya.

Namun Usamah mengajak semua pihak mengutamakan asas praduga tidak bersalah dalam kasus Rommy dan ikuti proses hukum yang berjalan di KPK. (sta)

Baca Juga:   Aliansi KAMMI Jabodetabek Demo di Istana Negara, Dollar Menguat Jokowi Melemah

More in Politik

error: Dilarang copy paste tanpa izin!