Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Connect with us
Dibaca: 54

Ekonomi

Tanggapi Kritikan Politisi Nasdem, Rizal Ramli: Kritikan Tidak Bermutu

Ekonom Senior, Rizal Ramli menanggapi kritikan keras Politisi Nasdem Emmy Hafidl terkait impor berlebihan yang dilakukan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Ernggartiasto Lukita, dan masalah ekonomi di Indonesia.

Diketahui, Emmy membuat surat tertulis berisi kritikan pedas kepada Rizal. Emmy menilai kritikan Rizal terhadap kebijakan pemerintah terlalu berlebihan.

“Memang kita perlu impor, tapi inikan dilebihin 2 juta ton gula, 1.1/2 juta ton garam, beras.. ada juga yang main disini. Trus ngomong soal perdagangan, sudahlah kita bicara angka, jangan kata-kata terus,” tanggapan Rizal atas kritikan Emmy, Senin(10/9).

Mantan anggota tim panel penasihat ekonomi PBB itu juga menambahkan, bahwa presiden Jokowi juga seharusnya dapat mengambil angkah tegas jika kebijakan impor dapat mempengaruhi kondisi ekonomi Indonesia.

“Saya berharap pak Jokowi bisa mengingatkan ke Pak Surya Paloh, agar menterinya gak impor terus,” ungkap Rizal.

Baca: Tingginya Impor Pangan, Rizal Ramli: Mendag Biang Kerok Anjloknya Rupiah

Sebagaimana diketahui, belakangan ini memang terlihat sejumlah impor yang dilakukan oleh Kemendag yakni, beras sebanyak 2 juta ton. Bahkan impor beras juga dilakukan disaat panen raya para petani di sejumlah daerah beberapa waktu lalu.

Tak hanya beras, pemerintah juga telah meneken Peraturan Pemerintah (PP) terkait impor 3,7 ton garam industri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, aturan tersebut sudah ditandatangani oleh Presiden Jokowi dan tinggal menunggu penomoran dari Sekretariat Negara.

“Memang sudah diteken PP-nya oleh presiden, sebagai kepala pemerintahan. Kewenangan memberi rekomendasi untuk impor garam industri itu adalah kewenangan Menteri Perindustrian,” ujar Darmin di kantornya, Jumat (16/3) lalu.

Baca: Rupiah Anjlok, Rizal Ramli: Jangan Hanya Salahkan Faktor Eksternal

Tercatat pada 13 Maret 2018, lebih dari 21 industri pengguna garam dilaporkan berhenti produksi akibat kekurangan bahan baku garam industri.

Baca Juga:   Karena Pasar Didorong Rebound, Wall Street Berakhir Lebih Tinggi

Selain beras dan garam, kini adalagi yakni impor gula, dimana pemerintah berencana akan membuka keran impor gula mentah (raw sugar). Hal itu telah disepakati dalam rapat koordinasi (rakor) di Kementerian Perekonomian beberapa waktu lalu.

Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Bambang, usai mengikuti acara di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Bambang mengatakan bahwa rencana impor ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Mei 2019. Dia bilang, produksi gula tahun ini diperkirakan hanya sekitar 2,1 juta ton.

Hal inilah yang menjadi pertimbangan Emmy Hafild menuliskan kritiknya atas pernyataan-pernyataan Rizal Ramli.

Namun Rizal Ramli menyatakan, apa yang disampaikan Emmy justru tak bermutu, karena Emmy mengomentari yang bukan bidaangnya.

“Lucu banget, sangat tidak bermutu. Emmy Hafild terkenal karena studi rente hutan, bimbingan RR dan Mubariq, zaman Soeharto. Komentarin hal-hal makro bukan core kompetensi. Sopo yang desperado, bukannya situ malu-maluin aja,” ujar Rizal dalam keterangannya Minggu (9/9/2018) malam.

Sebagaimana diketahui, dalam tulisannya, Emmy mengaku tidak percaya dengan keberanian Rizal Ramli memberikan kritik terhdap pemerintah.

“Hari ini saya termenung lama, membaca komentar beliau akhir-akhir ini yang desperado, seperti orang kehilangan akal. Seorang doktor ekonomi, lulusan Boston University, Insinyur lulusan ITB,” ujarnya.

Emmy juga menanggapi soal adanya pandangan Rizal yang menyebut Jokowi takut dengan Surya Paloh.

“Menyatakan bahwa Jokowi tidak berani menghadapi Surya Paloh? Kasihan amat RR ini, dia tidak mampu melihat kenyataan betapa canggihnya Jokowi dalam strategi dan taktik politik. Bukan seperti Anda, yang jurus Rajawali kepretnya, nggak mempan Bro untuk Jokowi. Jokowi tidak takut dengan siapapun. Bukankah Ferry Mursyidan Baldan, Menteri Nasdem dipecat oleh Jokowi? Lupa ya,” jelasnya.

Baca Juga:   Jokowi Kesal Isu Tenaga Kerja China "Digoreng" Terus

Kendati demikian, Emmy mengaku kagum dengan Rizal Ramli atas pemahamannya yang sering berbeda dengan pakar ekonomi pada umumnya.

“Saya dulu kagum pada beliau, analisisnya tajam, dan memang sering sekali berbeda dari analisis umum. Sayang sekali, Rizal Ramli sekarang ini. Soal hutang, itu sudah dibantah, ada data jelas dari tahun ke tahun, tapi Anda cuma ambil satu angle dan blow up,” tambah Emmy.

Politisi Nasdem itu juga menambahkan, bahwa quota impor ditentukan di rapat kabinet yang dipimpin Menko Perekonomian, dan beberapa Menteri. Kemudian dilaksanakan lelang terbuka oleh Kementrian Perdagangan.

“Ini pun Anda barangkali atau dengan sengaja mengaburkan fakta ini. Semua tuduhan Anda itu bisa dijelaskan dengan akal sehat. Bro, walaupun desperado untuk laku lagi di politik, tapi ya kata orang Jawa: ngono yo ojo ngono,” tulis Emmy.

Loading...

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

More in Ekonomi