Telat Mundur Ala Mahfud, Heroik Atau Ironis?

Oleh : Antony Yudha (Tim TKN Fanta Aktivis/Sekretaris DPD GAMKI DKI Jakarta)

Mahfud MD yang merupakan calon wakil Presiden yang didukung oleh PDIP resmi mengundurkan diri sebagai Menteri Kordinator politik, hukum dan Keamanan terhitung pada hari Rabu 31 Januari, Persis 15 hari menjelang pencoblosan. Apakah langkah Mahfud ini Heroik atau Ironis? Mari kita bedah.

Mahfud MD beralasan bahwa mengundurkan diri untuk menghindari konflik kepentingan, entah kepentingan apa yang dimaksud. Padahal selama menjadi Menkopolhukam tidak ada gebrakan kebijakansignifikan di bidang hukum maupun keamanan. Kasus 349 T menguap begitu saja tanpa tersingkapnya para pemain besarnya lalu tim percepatan reformasi hukum juga tidak menunjukan kinerja yang berarti. Lantas Mahfud mundur memang karena ingin fokus kampanye atau secara teknis tidak optimal bekerja sebagai menteri? Silahkan dinilai.

Lalu kita bedah lagi kenapa cuma Mahfud yang mundur? Kenapa tidak diikuti oleh menteri-menteri dari partai koalisi pendukungnya yakni PPP dan PDIP yang berpikir realistis. Sepertinya Mahfud MD mau mencari momen heroik seolah-olah mengundurkan diri akan membuat dirinya terlihat seperti seorang Santo yang akan membawa perubahan tetapi langkah tersebut sayang tidak diikuti oleh menteri-menteri yang berasal dari partai koalisinya yaitu PDIP dan PPP yang memiliki perwakilan di kabinet justru berpikir realistis dan masih berharap bisa menyelesaikan masa jabatannya yang tinggal beberapa bulan lagi. Artinya yang menteri yang mengancam mundur ternyata tidak solid-solid amat dan menyelamatkan diri masing-masing juga. Ironis kan?

Lantas apakah Mahfud mirip seperti SBY ketika mengundurkan diri menjadi menteri? Kami merasa hal tersebut sangat jauh untuk dibandingkan. Mahfud mengundurkan diri ketika pencoblosan pemilu tersisa 15 hari lgi yang artinya uda kesiangan dan respon publik juga tidak terlalu ramai juga untuk mengapresiasi langkah mahfud cuma para partisan pendukung Ganjar saja. Sedangkan waktu jaman SBY dorongan dari bawah begitu solid dan perlu diingat SBY mengundurkan diri saat dirinya menyatakan maju sebagai capres dan jauh sebelum pendaftaran KPU justru berbanding terbalik dengan Mahfud MD. Artinya gk nyambung kalau disamakan antara SBY dan Mahfud MD.

Terakhir, kami meminta sudahi lah drama-drama politik serta membangun kesan dizolimi serta mengganggu kinerja pemerintah. Ingat pak Mahfud langkah anda ini akan tercatat dalam sejarah demokrasi bahwa anda tidak tuntas menyelesaikan tanggung jawab anda di kabinet demi ambisi menjadi kontestan pemilu.(by)