Connect with us
Dibaca: 236

Internasional

Terima Kasih Indonesia, Muslim Uighur: Dukungan Kalian Dicatat Dalam Sejarah Perjuangan Uighur

Galang Bantuan di aksi 2112

SWARARAKYAT.COM – Penderitaan muslim Uighur atas tindakan diskriminasi etnis minoritas pemerintahan Komunis China menggugah kepedulian dunia. Salah satunya Indonesia dengan “Aksi 2112”.

Baca: Protes di Kedubes China, Massa Aksi 2112 Galang Dana Untuk Muslim Uighur

Aksi 2112 menggalang sumbangan untuk korban diksriminasi dan kekerasan fisik Komunis China terhadap muslim Uighur. Aksi ini disorot seorang dosen dari etnis Uighur.

Adalah Dosen dan Associate Profesor di Fak Ekonomi Dan Keuangan Islam, Istanbul Sabahattin Zaim University, Istanbul Turki, Burhan Saiti Ph.D.

Baca Juga:   Kebijakan Trump dan Kebangkitan Politik Muslim AS

Melalui video yang diunggah di media sosial, secara khusus, Burhan mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Indonesia atas bantuan dan kepeduliannya kepada Uighur.

“Untuk Indonesia, saudara-saudariku muslim. Terima kasih banyak, terima kasih atas dukungan kalian. Ini hari yang indah, hari Jumat (21/12/2018) yang indah,” kata Burhan.

“Terima kasih atas dukungan dan doa-doa imdah dari kalian,” tambah Burhan.

Baca Juga:   Kesaksian Dokter Indonesia di Xinjiang, Ungkap Kekejaman Komunis China Terhadap Muslim Uighur

Burhan menegaskan aksi dukungan Indonesia dalam “Aksi 2112” akan selalu diingat rakyat Uighur dan dicatat dalam sejarah perjuangan mereka.

“Aksi dan dukungan kalian, akan selalu diingat oleh rakyat Uighur. Dan ini juga akan dicatat dalam sejarah perjuangan rakyat Uighur,” tegas Burhan.

Kemudian, Burhan memberi informasi kondisi di Turkistan Timur. Dimana disana masjid sudah dihancurkan, Al-Quran dibakar, dan sebagainya.

Baca Juga:   Daftar 75 Orang Terkuat Versi Forbes, Peringkat Jokowi Dibawah Pemimpin ISIS

“Sebagai informasi, di Turkistan Timur, masjidnya dihancurkan, Qur’an dibakar, madrasah ditutup, tidak diizinkan beribadah, berpuasa, dan jua mengaji,” ungkap Burhan.

Jutaan anak-anak dipisahkan dari orangtuanya. Dan dibawa ke kamp-kamp perkampungan anak.

“Ribuan anak-anak, jutaan anak-anak dipisahkan dari orangtuanya. Mereka kemudian dibawa ke kamp-kamp perkampungan anak,” tutup Burhan. (Ren)

More in Internasional

error: Dilarang copy paste tanpa izin!