Connect with us
Dibaca: 144

Bisnis

Terobosan Baru Wilmar International Bagi Perusak Hutan Agar Tak Bisa Lagi Sembunyi

Sebuah tenda milik perambah berada di tengah hutan yang rusak terlihat dari udara di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, Riau, 29 April 2015 - Foto: Antara

SWARARAKYAT.COM – Pedagang minyak kelapa sawit terbesar dunia asal Singapura, Wilmar International, telah mempublikasikan rencana aksi terperinci untuk memetakan dan memantau semua pemasoknya. Jika diterapkan maka akan menempatkan perusahaan raksasa kelapa sawit yang memasok 40 persen minyak sawit dunia ini satu langkah lebih dekat yang pada akhirnya akan menghilangkan deforestasi dari rantai pasokannya dan berdampak besar pada industri lainnya.

Setelah rangkaian kampanye intensif Greenpeace secara global, Wilmar International menerbitkan rencana aksi terperinci untuk memetakan dan memantau para pemasok minyak sawitnya.

“Wilmar memasok minyak sawit ke sebagian besar merek-merek ternama produk makanan dan kosmetik. Jadi pengumuman hari ini adalah terobosan besar. Jika Wilmar menepati janjinya, pada akhir 2019 akan menggunakan satelit untuk memantau semua pemasok minyak sawitnya, sehingga hampir tidak mungkin bagi mereka untuk lolos dari perusakan hutan. Greenpeace akan mengawasi dengan seksama untuk memastikan Wilmar melaksanakannya,” kata Kiki Taufik, Kepala Kampanye Hutan Global, Greenpeace Indonesia.

Baca Juga:   Inilah Dampak Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Lingkungan, Manusia, dan Iklim

Langkah ini menyusul kampanye intensif Greenpeace secara global, bertujuan untuk mengakhiri deforestasi yang disebabkan perkebunan minyak sawit di seluruh rantai pasokan perusahaan merek-merek terbesar rumah tangga dan pembeli minyak sawit di dunia. Lebih dari 1,3 juta orang telah menandatangani petisi Greenpeace menyerukan untuk mengakhiri deforestasi untuk minyak sawit.

Dalam tiga bulan terakhir, aktivis Greenpeace menduduki kilang Wilmar di Indonesia dan dua kali menaiki kapal tanker yang membawa produk minyak sawit Wilmar. Greenpeace Italia memblokade pabrik salah satu pelanggan utamanya, Mondelez (pemilik Oreo, Cadbury dan Ritz). Aktivis di seluruh dunia juga membawa adegan perusakan hutan ke berbagai kantor Mondelez di seluruh dunia.

Baca Juga:   Hadapi Revolusi Industri, Sandiaga Uno: Kader HMI Harus Jadi Enterpreneur

Melalui siaran persnya yang diterima Swararakyat.com (10/12/2018), Kiki menegaskan sementara ini, Greenpeace menghentikan kampanye untuk memberikan kesempatan pada Wilmar mewujudkan rencana ini.

Loading...
Prev1 of 3

Advertisement

Penulis

Advertisement

More in Bisnis

error: Dilarang copy paste tanpa izin!