Connect with us
Dibaca: 327

Politik

Tim Prabowo Sandi Laporkan Tabloid ‘Indonesia Barokah’ ke Bareskrim Polri

Tim BPN Prabowo-Sandi melaporkan Tabloid Indonesia Barokah ke Bareskrim Sabtu (26/01/2019). Foto: SwaraRakyat

SWARARAKYAT.COM – Direktorat Advokasi & Hukum BPN Prabowo Sandi diwakili oleh Hanfi Fajri, SH mendampingi seorang warga pendukung Prabowo Sandi bernama Andi Syamsul Bakhri melaporkan Tabloid Indonesia Barokah ke Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat.

Hanfi mengatakan bahwa Tabloid yang membuat gaduh di tengah masyarakat tersebut sepertinya bukan produk jurnalistik dan diduga kuat mengandung pelanggaran hukum serius yaitu Berita Bohong (Hoax), Ujaran Kebencian dan Permusuhan sebagaimana diatur dalam Pasal 14 Jo Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 156 KUH Pidana.

Hal itu disampaikan oleh Hanfi kepada awak media di Bareskrim Polri pada hari Sabtu sore (26/01/2019).

Baca Juga:   Bela Jokowi, Sontoloyo Versi PSI Ini Lengkap Sindiran Bagi Prabowo-Sandi

Sementara pelapor, Andi Syamsul Bachri turut pula menjelaskan setidaknya ada 3 bagian dari tabloid tersebut yang kami persoalkan yaitu:

Yang Pertama, Halaman 5 Paragraf pertama: Liputan Khusus Artikel dengan judul “Prabowo Marah Media Dibelah”. Pada paragraf pertama diduga merupakan fitnah karena menyebutkan ‘Prabowo berulah dengan marah marah dan melontarkan pernyataan kontroversial’.

“Padahal pada acara tersebut Pak Prabowo tidak berulah dan marah-marah, tetapi hanya bicara apa adanya sesuai fakta,” kata Andi.

Yang Kedua, Halaman 6 baris kedua paragraf 4: Liputan Khusus Artikel “Membohongi Publik Untuk Kemenagan Politik”. Tertulis ‘Sangat disayangkan, selain mencerminkan nilai-nilai pesimisme, di balik isi pidato Prabowo tersebut menebar ketakutan kepada publik, mengandung kebohongan-kebohongan dan mengarahkan kebencian kepada pemerintah’.

Baca Juga:   PDIP : Pemerintah Tetap Lindungi Habib Rizieq Meski Beda Sikap Politik

“Nyatanya Pak Prabowo tidak menebarkan ketakutan, kebohongan dan kebencian kepada siapapun. Pak Prabowo justru ingin membangkitkan semangat bangsa Indonesia untuk bangkit dan melawan sistem yang tidak benar,” ulas pria berdarah Bugis ini.

Yang Ketiga, kata Andi, di Halaman 7 di bagian Box: tertulis jika Prabowo Sandi menggunakan strategi firehouse of Falsehood, ini tentu merupakan fitnah yang keji karena Prabowo Sandi tidak pernah menggunakan strategi tersebut. Justru sebaliknya Prabowo Sandi selalu menyampaikan kebenaran.

Andi pun mengharapkan pihak kepolisian bertindak cepat merespon laporan kami dan menyita tabloid tersebut yang sudah tersebar di berbagai Provinsi. Kami khawatir tabloid tersebut bisa menyulut kemarahan umat sehingga bisa merusak suasana kondusif di masa kampanye ini.

Baca Juga:   Serang Airlangga, Yorrys: Ternyata Kepengurusan Golkar Airlangga Didominasi Koruptor

Sementara, Hanfi menjelaskan, “kami sudah melaporkan ke Bareskrim sore ini, laporan telah diterima oleh petugas Bareskrim, namun surat tanda terima laporan (STTL) belum bisa dikeluarkan hari ini karena hari libur jadi Direktur nya tidak masuk kantor, lalu pihak kami disarankan untuk datang lagi pada hari Senin (28/01/2019) untuk mengambil tanda terima laporan nya,” pungkas Hanfi. (ancha)

Advertisement

Penulis

Advertisement

More in Politik

error: Dilarang copy paste tanpa izin!