Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Connect with us
Dibaca: 88

Ekonomi

Tingginya Impor Pangan, Rizal Ramli: Mendag Biang Kerok Anjloknya Rupiah

Para Pengamat Ekonomi mengungkap penyebab anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) karena arus impor lebih besar dari ekspor.

Mantan Menko Kemaritiman, DR. Rizal Ramli (RR) menuding Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, sebagai biang kerok tingginya impor pangan.

Pernyataan itu disampaikan RR saat dihubungi presenter TV One dalam acara Indonesia Busines Forum yang membahas anjloknya nilai tukar rupah terhadap dollar AS.

Rizal mengatakan, Mendag Enggar telah menambah impor garam 1,5 juta ton. Begitu juga dengan impor gula yang dinaikkan 2 juta ton, dan impor beras juga turut ditambah 1 juta ton.

Kebijakan menambah impor bahan pangan ini, sambung Rizal, telah membuat petani di Indonesia melarat. Utamanya para petani garam.

“Jadi biang keroknya sebetulanya saudara Enggar, cuman Presiden Jokowi gak berani negur karena takut Surya Paloh,” ucap Rizal Ramli seperti dilansir Radarbogor.

“Saya katakan Pak Jokowi, panggil saya aja, biar saya yang tekan Surya Paloh, karena ini brengsek, impor naik tinggi sekali, petani itu dirugikan, petambak diugikan, akibatnya elektabilitas Pak Jokowi juga merosot digerogoti,” tambah Rizal.

Senada, pengamat ekonomi Faisal Basri juga mengatakan Mendag adalah penyebab tingginya impor bahan pangan masuk ke Indonesia.

Pengamat ekonomi Institute For Development For Economics and Finance (INDEF) ini menilai, kebijakan Mendag Lukita menjadi pemicu tingginya impor dari berbagai negara.

Bahkan, dia menyarankan kepada pemerintah untuk mengevaluasi Mendag soal kebijakannya itu, sebelum pembatasan impor dilakukan

“Yang tadinya ada rekomendasi, sekarang enggak ada rekomendasi. (Impor) Seperti air bah sekarang,” tegas Faisal dalam acara yang ditayangkan di TV One, Kamis (6/9/2018).

Sebagai contoh, jumlah impor sejak Januari hingga Juli 2018 melonjak 100 persen lebih, bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Baca Juga:   Selain Distribusikan Benih, Kementan Juga Beri Bimbingan Gratis ke Petani
Loading...

More in Ekonomi