Tips Menghilangkan Rasa Gelisah Dan Cemas

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata gundah bermakna sedih; bimbang; gelisah. Pada dasarnya, rasa gelisah ini timbul karena merasa tidak efektif dalam melakukan sesuatu.

Hampir semua orang mungkin pernah mengalami gelisah dan cemas. Tentunya, kedua hal tersebut wajar untuk dialami oleh setiap orang. Biasanya, emosi ini akan muncul ketika sedang stres. 

Namun, ketika perasaan gelisah dan cemas muncul secara berlebihan, ini bisa berdampak buruk. Pasalnya, kita akan terus merasa was-was atau berada dalam mode waspada.

Bahkan, perasaan cemas dan gelisah berlebihan juga akan membuat seseorang selalu ketakutan, sulit konsentrasi, hingga merasa mual dan muntah. 

Berikut Saran Iswan Saputro, M.Psi., seorang Psikolog sejumlah cara menghilangkan rasa gelisah dan cemas berlebihan yang patut kamu coba:

1. Tidak Semua Hal Harus Dikhawatirkan

Salah satu cara untuk mengatasi kecemasan berlebihan adalah dengan belajar menerima bahwa tidak setiap pikiran harus menjadi alasan untuk dikhawatirkan. 

Kamu bisa menyadari pikiran yang muncul dan mulai memilah-milah apakah pemikiran tersebut perlu untuk dikhawatirkan atau tidak. Dengan begitu, maka rasa cemas dan gelisah bisa dicegah. 

2. Mengatur dan Menyadari Napas

Menyadari dan mengatur napas di sini berfungsi untuk mengendalikan napas kita yang tidak teratur akibat emosi yang muncul. 

Dengan menyadari dan mengendalikan ritme napas, itu akan membuat jantung menjadi lebih relaks dan terkendali. Yang  paling penting, kita tidak bernapas pendek lagi dan mulai bisa mengendalikan tubuh. 

3. Segera Cari Tempat yang Lebih Tenang

Coba sesegera mungkin cari tempat atau situasi yang lebih tenang. Ini bertujuan agar kita mendapatkan distraksi dari situasi, orang, atau lingkungan yang membuat kita merasa cemas dan gelisah. 

“Dengan membuat distraksi,baik secara tempat, tubuh, atau gerakan-gerakan tertentu, ini bisa mengendalikan emosi cemas dan gelisah yang muncul,” ujarnya. 

4. Positive Self Talk

Saat muncul rasa cemas dan gelisah berlebih, kamu bisa memberikan afirmasi atau self talk positif kepada diri sendiri. Misalnya dengan berkata “Aku harus tenang” atau “Ini akan baik-baik saja”. 

Menurut Psikolog , afirmasi positif dapat membuat kita jadi lebih percaya diri dalam menghadapi emosi gelisah yang muncul. 

5. Perhatikan Asupan Makanan

Ternyata, asupan makanan juga dapat memengaruhi munculnya rasa cemas dan gelisah, lho!

Dikutip dari Journal Multidisciplinary Digital Publishing Institute (MDPI), seseorang yang mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan gula tambahan mengalami tingkat kecemasan yang lebih tinggi. 

Oleh karena itu, ada baiknya untuk mengonsumsi makanan yang sehat untuk mengurangi gejala kecemasan. 

6. Hindari Minuman Tertentu

Tak hanya makanan, minuman jenis tertentu juga perlu kamu hindari supaya tidak mudah gelisah dan cemas. 

Dianjurkan untuk mengurangi asupan kafein yang dapat meningkatkan rasa cemas. Ingatlah bahwa kafein terdapat di dalam teh dan kopi, sehingga kamu perlu berhati-hati saat akan mengonsumsinya. 

7. Lakukan Latihan Fisik

Cara mengendalikan rasa cemas dan gelisah juga bisa dengan melakukan latihan fisik. 

Mengingat bahwa rasa gelisah dan cemas berlebihan bisa membuat detak jantung berdetak lebih cepat, keluar keringat berlebihan, napas pendek, mual dan muntah, sakit perut, sakit kepala, gemetar, dan membuat mudah terkejut, coba temukan sejumlah cara untuk menggerakkan tubuh agar merasa nyaman. 

Tak harus olahraga yang berat, cukup dengan berjalan kaki selama 10 menit, maka suasana hati bisa bertambah baik. Usahakan untuk olahraga setiap hari untuk membantumu merasa lebih baik dan sehat. 

8. Bercerita ke Orang Terdekat

Menceritakan hal yang sedang dialami kepada orang terdekat dan yang membuatmu nyaman juga bisa menjadi salah satu cara menghilangkan rasa gelisah dan cemas. 

Ketika kita bercerita atau mengutarakan apa yang kita rasakan dan pikirkan, ini bisa mengurangi rasa cemas dan gelisah itu sendiri. 

Bila masih sulit untuk menghilangkan rasa gelisah dan cemas berlebihan, segera minta bantuan tenaga profesional seperti psikolog. Nantinya, psikolog mungkin akan membantumu untuk mencari tahu penyebab dan cara mengatasinya. 

Demikian semoga bermanfaat.