Connect with us
Dibaca: 154

Politik

TKN Jokowi: BPN Bangun ‘Framing’ 02 Kalah dengan Kecurangan

Capres Prabowo dan cawapres Sandiaga kompak tertawa di sebuah acara di Jakarta. Ist

SWARARAKYAT.COM – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menganggap kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mulai kalap menjelang pemungutan suara pada 17 April mendatang. TKN menyebut kubu paslon nomor urut 02 itu tidak siap kalah.

Hal tersebut disampaikan juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily. Ace awalnya membeberkan ada arahan strategis Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang menyebut pihaknya sudah menang dan hanya kalah jika ada kecurangan. Ace menyatakan arahan strategis tersebut sudah beredar luas.

Baca Juga:   Forum Tunanetra Menggugat, Ultimatum Ma'ruf Amin

Baca Juga:   Dua Bocah Sumbang Uang ke BPN Prabowo-Sandi, Titiek Soeharto Menangis

“Pertama, beredar arahan strategis dari Direktorat Eksekutif BPN yang mengklaim sudah menang dan hanya kalah dengan kecurangan. Arahan strategis ini digunakan untuk bangun framing 02 kalah dengan kecurangan,” ujar Ace dalam keterangannya, Kamis (4/4/2019).

Menurut Ace, dari situlah muncul upaya ‘cerita’ soal kecurangan yang dilakukan kubu Jokowi-Ma’ruf, misalnya ketidaknetralan aparat, politik uang dari amplop cap jempol, sampai isu ‘pemilih siluman’.

Baca Juga:   OTT KPK di Kemenpora dan PUPR Gerus Elektabilitas Jokowi

“Untuk memperkuat plot cerita, maka disemburkan fitnah yang menyebutkan kampanye 02 dihalang-halangi. Salah satu contohnya, fitnah yang disemburkan Suryo Prabowo, pendukung 02, yang menyebutkan pesawat Prabowo dihalang-halangi jet tempur TNI AU. Ini salah satu semburan fitnah untuk mendukung plot cerita 02 kalah dengan kecurangan itu,” ungkap Ace.

Bagi Ace, fitnah itu bertujuan menyatakan TNI tidak netral, yang akhirnya dibantah oleh Kadispen TNI AU. Ace juga menuding kubu Prabowo-Sandi mengarang sandiwara soal politik uang.

Baca Juga:   Komisioner KPU: Kesamaan Tanggal Lahir Fenomena Dukcapil, Bukan Data Ganda

“Peristiwa OTT di KPK dirangkai ceritanya dan ditarik-tarik dengan 01. Video lama kunjungan kerja Pak Jokowi di Jatim tahun 2015 diangkat-angkat lagi, seolah-olah peristiwa saat ini. Tujuan akhirnya juga sama, yakni 02 kalah dengan kecurangan,” tuturnya.

Politikus Golkar ini menilai, dengan membangun konstruksi kalah dengan kecurangan, kubu Prabowo-Sandi ingin membangkitkan militansi pendukungnya agar bisa dimobilisasi pada 17 April. Tujuan mobilisasi itu, dikatakan Ace, adalah memprovokasi dan mengintimidasi kepada pemilih pendukung Jokowi-Ma’ruf.

Baca Juga:   Bela Jokowi Soal Sontoloyo, Megawati: Perbedaan Politik Tak Perlu Diikuti Caci Maki, KBBI: Sontoloyo Dipakai Untuk Kata Makian

“Cara-cara intimidasi adalah karakter pendukung 02 yang terbukti saat peristiwa kekerasan pada warga yang memakai kaus Jokowi di Jawa Tengah. Ini bagian dari skenario besar yang sedang dirancang jelang dan pasca-17 April,” beber Ace, mengutip Detik.

“Pasca-17 April juga kubu 02 telah berbicara tentang upaya menegasi peran MK dan mengangkat people power. Semua rakyat harus tahu skenario besar kubu 02 ini,” tandasnya. (sta)

Baca Juga:   Unggul di Survei Internal, Kubu Prabowo Tantang Lembaga Survei Buka Sumber Data

More in Politik

error: Dilarang copy paste tanpa izin!