Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Connect with us
Dibaca: 224

Politik

TKN Jokowi ke Relawan: Jangan Sebar Hoaks, Cukup Bilang Tempe Masih Gede di Warteg

FOTO: Maman Imanulhaq (Merdeka/Istimewa)

SWARARAKYAT.COM – Deklarasi dukungan Barisan Relawan Bhinneka Jaya atau Barabaja dihadiri pengurus Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf. Salah satunya Direktur Relawan Koalisi Indonesia Kerja (KIK), Maman Immanulhaq.

Kepada para relawan, Maman meningkatkan agar jangan menyebar berita palsu atau bohong terkait kubu lawan. Termasuk jangan menyebarkan ujaran kebencian.

Baca Juga:   Sindir Perjanjian Batu Tulis, Pengamat: Prabowo Sukses Antarkan Jokowi Jadi Gubernur DKI, Mega Malah Khianati

Jika ada yang mempersoalkan tipisnya produksi tempe akibat naiknya harga kedelai, ia mengatakan saat ini tempe yang dijual di warung tegal (warteg) masih tebal.

“Jangan sebar hoaks. Jangan sebar kebencian. Cukup bilang tempe masih gede di warung tegal. Kita siapkan fakta dan kita lawan orang-orang yang menyebar angka bohong dengan optimisme,” jelasnya di hadapan relawan di Rumah Aspirasi, Jalan Proklamasi Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (16/9).

Baca Juga:   Tokoh Madura: Ma'ruf Amin Tak Disukai NU Jatim, di Madura Haram Pilih Jokowi

Politikus PKB ini juga mengingatkan para relawan agar tidak kehabisan semangat dalam memperjuangkan Jokowi-Ma’ruf. Apalagi jarak Pilpres masih dalam hitungan bulan.

“Besok tanggal 21 (September) ambil nomor urut dan ada 195 hari (sampai Pilpres). Jangan sekarang semangat minta ampun tiba-tiba semangat hilang entah kemana. Ada semangat di WA tapi di FB enggak dukung Jokowi,” kata dia.

Baca Juga:   Sandiaga Uno, Ulama dan Tugas Sang Cendekiawan

Maman mengatakan alasan harus mendukung dan memilih Jokowi-Ma’ruf karena yang diperjuangkan Jokowi-Ma’ruf adalah kepentingan rakyat Indonesia. Selain itu, menurutnya, Jokowi adalah sosok pemimpin untuk semua yang tak pernah mengedepankan kepentingan keluarga dan golongannya.

“Pak Jokowi itu anaknya mau jadi PNS enggak lulus dua kali. Padahal anak presiden. Jadi beliau itu hadir untuk semua,” sebutnya. (SR/mdk)

Loading...

More in Politik