Connect with us
Dibaca: 110

Nusantara

Tujuh WNA China Operasikan Judi Online Beromzet Rp10 Juta per Hari

Tujuh WNA China menjadi tersangka kasus judi online diamankan di Polda Jatim. FOTO/SINDOnews/LUKMAN HAKIM

SWARARAKYAT.COM – Ditreskrimsus Polda Jatim mengamankan tujuh Warga Negara China (WNA) atas dugaan kasus judi online dan penyalahgunaan izin tinggal WNA. Ketujuh orang asal negeri tirai bambu tersebut diamankan sekitar pertengahan November lalu di salah satu perumahan di Surabaya barat. Salah seorang di antaranya adalah perempuan.

Mereka berinisial ZL, ZY, GX, GG, HS, CQ, dan GG. Dari ketujuh tersangka, paling tua berusia 35 tahun dan paling muda 19 tahun. Rata-rata tingkat pendidikan mereka adalah lulusan setingkat SMA di China. “Jadi mereka datang ke sini (Surabaya) dari China sekitar dua bulan lalu. Mereka dibawa salah seorang dari China untuk bekerja di sini. Ya bekerja untuk membuat akun judi online,” kata Wadir Reskrimsus Polda Jatim, AKBP Arman Asmara, Senin (24/12/2018). 

Baca Juga:   Caleg Gerindra Untuk DPRD Pesisir Selatan Ditemukan Tewas Gantung Diri, Polisi Selidiki Kematian Korban

Ketika datang ke Surabaya, para tersangka menggunakan visa kunjungan wisata. Namun, oleh tersangka disalahgunakan dengan bekerja membuat judi online. Untuk menggaet pengunjung judi online, para tersangka membuat game online. Setelah tertarik dengan game online itu, tersangka membujuk pengguna game online tersebut untuk ikut di judi online.

Baca Juga: Waduh! Ada 8 Relawan China Coba Masuk Palu Pakai Dokumen Palsu

“Rata-rata pengunjung judi online ini adalah dari China. Transaksinya juga menggunakan mata uang China, yaitu yuan. Dalam sehari, para tersangka bisa mendapat omzet sebesar 5.000 Yuan atau setara Rp10,5 juta,” ujar Arman.

Awalnya kasus ini terungkap setelah ada WNA yang membeli sejumlah peralatan elektronik. Dari sana muncul dugaan penyalahgunaan barang elektronik tersebut. Kemudian polisi melakukan penelusuran. Akhirnya terbongkar bahwa para tersangka menggunakan perlengkapan elektronik tersebut untuk judi online.

“Kami masih melakukan pendalaman apakah ada orang Indonesia yang turut terlibat dari kasus ini,” ujar Arman.

Baca Juga: Selundupkan Sabu, WNA Vietnam Terancam Hukuman Mati

Sementara itu, di hadapan penyidik, salah satu tersangka, ZY mengaku tidak tahu-menahu bahwa dirinya ke Indonesia (Surabaya) untuk bekerja sebagai agen judi online.

Sebab, salah seorang dari China yang membawanya ke Kota Pahlawan ini mengaku bahwa dia akan bekerja sebagai marketing online. “Saya di sini (Surabaya) tidak bekerja, hanya mengurusi game online saja,” katanya. (ren/sindo)

More in Nusantara

error: Dilarang copy paste tanpa izin!