Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Connect with us
Dibaca: 245

Nasional

Ustadz Abdul Somad Tanggapi Tudingan Ulama Radikal dan Kasus Habib Bahar

Tudingan Ulama Radikal dan Kasus Habib Bahar mendapat perhatian dari Ustadz Abdul Somad

Ustadz Abdul Somad - Istimewa

SWARARAKYAT.COM – Ustadz Abdul Somad (UAS) memberikan tanggapannya tentang kasus dugaan ujaran kebencian terhadap Presiden Jokowi yang kini tengah menjerat Habib Bahar bin Smith.

Ustaz Abdul Somad kemudian menjelaskan soal paham radikal yang sering dituduhkan kepada para ulama. Menurut UAS, paham radikal itu belum memiliki definisi yang sama.

“Dudukkan semua ormas dalam satu forum lalu dibuat pasal atau acuan soal radikal,” ujar Ustaz Abdul Somad ketika diwawancara dalam acara kabar petang .

Baca Juga:   KPK Bakal Mintai Keterangan Pihak DPRD Bekasi Terkait Perizinan Meikarta

UAS pun mengatakan soal keterkaitan paham radikal dengan NKRI. Menurutnya, ada dua pasal yang tepat digunakan untuk paham radikal tersebut.

“Pasal pertama, kau orang akan disebut radikal, kalau dia tidak mengakui negara kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila. Pasal satu, siapa saja yang tidak mengakui NKRI, Pancasila maka dia radikal,” jelas Ustaz Abdul Somad.

Bertaut pada pasal tersebut, Ustaz Abdul Somad pun mempersilahkan kepada pihak berwenang untuk bertanya kepada para ulama.

Terutama kepada para ulama yang sempat dianggap punya paham radikal seperti Habib Rizieq Shihab.

“Sekarang kita timbang dengan timbangan ini. Siapa yang dikatakan radikal ? Kita tanya Habib Rizieq Shihab. Apakah Habib Rizieq tidak mengakui Pancasila dan UUD 1945 NKRI ?” tanya Ustaz Abdul Somad.

Baca Juga:   Gelar Deklarasi Dukung Prabowo-Sandi, Komunitas Alumni UI: Perubahan Untuk Rakyat Harga Mati

Ustaz Abdul Somad meyakini bahwa para ulama tersebut sesungguhnya cinta dengan NKRI.

Begitu juga dengan Habib Bahar bin Smith yang disebut Ustaz Abdul Somad kini dituduhkan sebagai pihak yang radikal.

“Saya yakin dan percaya, Teuku Zulkarnaen, Ustaz Habib Rizieq Shihab, Ustad Bahar Bin Smith yang dituduhkan radikal itu, akan mengeluarkan pernyataan atas pertanyaan, ‘Kami cinta NKRI’” imbuh Ustaz Abdul Somad.

Baca Juga:   Ini Bukti Prabowo-Sandi Semakin Yakin Kejar Jokowi Pada Januari 2019

Lanjut ke pasal dua, Ustaz Abdul Somad mengatakan bahwa ada pernyataan yang menjadi tumpuan untuk seseorang bisa mengatakan bahwa ulama itu adalah radikal.

Yakni dengan mengetahui pernyataannya soal memusuhi pihak yang tidak seagama dengannya.

“Pasal dua, siapa yang pernah mengeluarkan ujaran kebencian ‘bila tidak seagama dengan kamu, hancurkan rumahnya, bakar kendaraannya, ratakan dengan tanah’ barulah dia dicap radikal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ustaz Abdul Somad pun mencoba menanggapi kasus yang tengah membelit para ulama itu dengan pandangan lain.

Menurut Ustaz Abdul Somad, khalayak seharusnya bisa cermat soal kasus yang sedang ramai tersbut.

“Yang perlu kita cermati, apakah ini sengaja ramai ataukah ingin dibuat ramai untuk dijadikan sebuah komoditi ?” pungkas Ustaz Abdul Somad.

Baca Juga:   PPI Sulteng Kembali Salurkan Bantuan Paket Alat Tulis Bagi Anak-Anak Korban Gempa Palu

Sambil berbincang dengan Karni Ilyas, Ustaz Abdul Somad juga tampak mengetahui soal hinaan yang dituding dilakukan oleh Habib Bahar bin Smith untuk Presiden.

Menurut Ustaz Abdul Somad, kasus Habib Bahar bin Smith itu bisa terselesaikan dengan jalur hukum. Sebab menurutnya, Indonesia ini adalah negara hukum.

“Kita tinggal di negara hukum. Maka segala keputusan bersalah atau tidak bersalah mustilah berdasarkan hukum yang berlaku. Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” katanya.

Namun, bagi Ustaz Abdul Somad, hukum tidak layak untuk dimainkan. Sebab, masyarakat nyatanya kini tidak bodoh.

Karenanya, Ustaz Abdul Somad pun menyerahkan semua keputusan atas kasus yang menjerat Habib Bahar bin Smith itu kepada hukum yang seadil-adilnya.

Baca Juga:   14 Hari Pasca Gempa, Warga Palu Masih Trauma, Ditambah Harga Elpiji 3 Kg Tembus Rp40 Ribu

“Hukum yang akan berkata benar, masyarakat akan menyaksikan. Ketika kita mainkan hukum, ingat, masyarakat tidak bodoh. Informasi jelas, terbentang di matanya,” ujar Ustaz Abdul Somad.

“Kalau dia terkait masalah negara, pencemaran nama baik kah, merusak simbol negara, kita letakkan hukumnya. Insya Allah, kita selesaikan dengan proses,” jelasnya. (Ren/Tribun)

Loading...

More in Nasional