Daerah  

Walhi, PBHI, Pembela HAM dan KIPP, Gelar  Konsolidasi Sambut PEMILU 2024 Se-SUMBAR

SWARARAKYAT. COM, SUMBAR-Konsolidasi Pembela Hak Asasi Manusia (HAM) se Sumatera Barat. Difasilitasi oleh Dr. Firdaus, S.Sos., M.Si dan Samaratul Fuad, SH. prosesnya di awali dengan diskusi bersama narasumber sebagai berikut : Direktur Eksekutif Nasional WALHI, Ketua Badan Pengurus Nasional PBHI, Jaringan Pembela HAM Sumatera Barat, KIPP Provinsi Sumatera Barat, dihadiri 75 peserta se kota/kabupaten se Sumbar, bertempat di Whiz Prime Hotel, Padang. Rabu (20/12/2023).

Situasi perlindungan terhadap pembela HAM  dan agenda – agenda HAM semakin penuh tantangan. terlebih setelah melihat perkembangan situasi politik Indonesia yang menggambarkan proses suksesi demokrasi telah dikendalikan oleh oligarki.
Konstitusi dan regulasi turunannya telah diremote untuk memperkuat agenda oligarki yang ujungnya (diprediksi) akan menambah akumulasi krisis ekologis dan meluasnya ruang hidup rakyat yang dirampas.

Konflik agraria dan tantangan lingkungan hidup menjadi dua aspek dalam perjuangan pembela HAM dan agenda-agenda HAM di Indonesia. terkait peran Pemilu 2024, penyelesaian konflik agraria dan perlindungan lingkungan hidup menjadi fokus utama untuk memastikan keberlanjutan fungsi ekologis dan keadilan bagi masyarakat korban. Melalui partisipasi aktif, dukungan, serta dorongan dari berbagai elemen rakyat.
Diharapkan Pemilu 2024 dapat menjadi panggung untuk memperjuangkan kebijakan yang mendukung pemulihan hak-hak masyarakat terkait agraria dan lingkungan. Pemilu 2024 harus menjadi ruang untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan sumberdaya alam. Pada sisi lain, aspek ramah lingkungan juga krusial.

Dalam menggalang dukungan rakyat, agenda Pemilu 2024 harus diintegrasikan dengan prinsip-prinsip keberlanjutan dan perlindungan lingkungan hidup.

Tujuan digelarnya konsolidasi sejumlah LSM tersebut adalah : pertama, mengkonsolidasikan kekuatan masyarakat sipil Sumatera barat untuk agenda kolektif terkait isu HAM, Demokrasi dan Lingkungan pada momentum Pemilu 2024.
kedua, menghimpun berbagai  masukan dan gagasan untuk mendorong penyelenggaraan PEMILU 2024 yang berkeadilan sosial – ekologis.

Adapun target terlaksananya konsolidasi pembela HAM ini adalah : “Merumuskan agenda bersama tentang Hak Asasi Manusia, Demokrasi dan Lingkungan untuk mendorong PEMILU 2024 yang berkeadilan social- ekologis.

Dari sesi pertemuan akhir, dapat menghasilkan rumusan konsolidasi Sambut PEMILU 2024 setidaknya untuk se-Sumatera barat antara lain adalah :
pertama, Mendukung penuh pelaksanaan pemilu yang demokratis, sensitif HAM dan ramah lingkungan. kedua, Menolak politik uang, kekerasan, kecurangan politik identitas dan oligarkhi dalam pemilu. ketiga, Menyerukan kepada rakyat untuk tidak memilih Capres/Cawapres, DPD, partai politik dan caleg terindikasi melanggar HAM. keempat, Menyerukan kepada rakyat untuk tidak memilih Capres/Cawapres, DPD, partai politik dan caleg terindikasi merusak lingkungan. (HAQ)