Purbaya Dicopot Karena Faktor Komunikasi Publik dan Polemik Utang Whoosh?

JAKARTA, SWARARAKYAT.COM— Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto terus memicu perbincangan hangat di kalangan pengamat. Sejumlah analis menilai langkah perombakan (reshuffle) ini erat kaitannya dengan gaya komunikasi publik serta kebijakan fiskal yang diambil menjelang akhir masa jabatannya.

Baca Juga: Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Pengamat ekonomi Defiyan Cori menilai pencopotan tersebut dipicu oleh karakter dan pernyataan Purbaya yang dinilai terlalu spontan dalam merespons isu strategis, salah satunya terkait rencana penyelesaian utang Kereta Cepat Whoosh.

“Purbaya dinilai terlalu spontan dalam membahas utang Whoosh dan kurang didahului analisis,” ujar Defiyan Cori menyoroti kebijakan tersebut.

Menurut Defiyan, penyelesaian beban keuangan proyek infrastruktur seharusnya tetap berpaku pada skema bisnis (business-to-business / B2B) atau optimalisasi instrumen lain, alih-alih langsung dibebankan ke dalam APBN. Penggunaan APBN yang dinilai spontan dikhawatirkan dapat menggeser prioritas program strategis nasional lainnya.

Sorotan dari kalangan pengamat ini memperkuat indikasi bahwa aspek kehati-hatian dalam komunikasi fiskal dan pengelolaan anggaran menjadi salah satu bahan evaluasi krusial di balik perombakan Kabinet Merah Putih kali ini.(Ren)