Kamrussamad Ungkap Alasan Purbaya Diganti: Bukan Karena Jengkel, Ada Masalah di Kemenkeu

Juru Bicara Partai Gerindra Kamrussamad. Ia menegaskan pergantian Menteri Keuangan bukan karena Presiden Prabowo Subianto jengkel, melainkan adanya sejumlah persoalan internal di Kementerian Keuangan. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, Swararakyat.com – Pergantian Menteri Keuangan kembali menjadi perhatian setelah Presiden Prabowo Subianto mengganti Purbaya Yudhi Sadewa dengan Suahasil Nazara. Pergantian tersebut memunculkan berbagai spekulasi mengenai alasan di balik keputusan Presiden.

Juru Bicara Partai Gerindra, Kamrussamad, menegaskan bahwa pergantian tersebut merupakan hak prerogatif Presiden dan tidak berkaitan dengan isu bahwa Presiden Prabowo merasa jengkel terhadap Purbaya.

Menurut Kamrussamad, terdapat sejumlah persoalan internal di Kementerian Keuangan yang perlu segera dibenahi. Salah satunya berkaitan dengan koordinasi birokrasi yang dinilai belum berjalan optimal.

Ia menyoroti adanya ketidaksinkronan komunikasi antara jajaran internal kementerian dengan kebijakan atau pernyataan yang disampaikan kepada publik.

Dalam kondisi tertentu, menurut Kamrussamad, bahkan terdapat pergantian pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan yang tidak tersampaikan secara merata kepada seluruh unsur internal.

“Pergantian ini bukan karena jengkel. Ada pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan,” kata Kamrussamad, seperti dikutip dari pernyataannya dalam pemberitaan terkait pergantian Menteri Keuangan.

Kamrussamad menilai Suahasil Nazara memiliki pengalaman yang cukup untuk mengisi posisi tersebut. Selain memahami pengelolaan fiskal, Suahasil dinilai mempunyai kemampuan membangun komunikasi dengan pelaku pasar serta memperkuat koordinasi antarlembaga.

Kemampuan tersebut dianggap penting mengingat posisi Menteri Keuangan tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan APBN, tetapi juga dengan stabilitas sistem keuangan nasional.

Suahasil juga diharapkan mampu membangun koordinasi yang solid dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yang melibatkan sejumlah institusi penting dalam menjaga stabilitas perekonomian.

Sebelumnya, muncul analisis berbeda mengenai alasan pergantian Purbaya. Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti, menyebut pergantian tersebut tidak terlepas dari ketegangan terkait kebijakan pemerintah, termasuk persoalan dengan Danantara.

Ray bahkan mengaitkan dinamika tersebut dengan adanya persoalan tagihan sekitar Rp128 triliun kepada Danantara. Namun, pernyataan tersebut merupakan analisis dari pihak luar pemerintahan dan bukan penjelasan resmi Istana mengenai alasan pergantian Menteri Keuangan.

Kini, perhatian beralih kepada Suahasil Nazara. Tantangan terdekat yang menanti adalah memastikan pengelolaan fiskal tetap solid sekaligus menyiapkan APBN 2027 di tengah dinamika ekonomi nasional dan global.

Pergantian ini sekaligus menjadi ujian bagi kemampuan pemerintah menjaga koordinasi antarlembaga serta memastikan kebijakan fiskal berjalan searah dengan agenda utama pemerintahan Prabowo. (*)