Suyudi Ario Seto, Sosok di Balik Pergantian Pucuk Pimpinan Polri

Jenderal Polisi Suyudi Ario

JAKARTA, SWARARAKYAT.COM — Perjalanan panjang di bidang reserse mengantarkan Suyudi Ario Seto ke posisi tertinggi di institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia.  Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto kini resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).

Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pelantikan tersebut sekaligus menandai pergantian pucuk pimpinan Polri dari Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kepada Suyudi.

Sebelum mencapai posisi tersebut, Suyudi dikenal memiliki pengalaman panjang dalam bidang reserse dan kriminal. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994.

Kariernya dimulai dari sejumlah penugasan di lingkungan kepolisian. Setelah itu, Suyudi banyak ditempatkan pada fungsi reserse, termasuk di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Ia pernah dipercaya menjadi Kapolsek Pasar Minggu pada 2004. Beberapa tahun kemudian, ia memimpin Polsek Metro Tanah Abang pada 2012 dan Polsek Metro Penjaringan pada 2013.

Kariernya kemudian berkembang ke tingkat kewilayahan. Suyudi menjabat Kapolres Majalengka pada 2014–2015, dilanjutkan sebagai Kapolres Bogor Kabupaten pada 2015–2016 dan Kapolresta Bogor pada 2016–2017.

Pengalaman di bidang reserse berlanjut ketika Suyudi mendapat penugasan di Bareskrim Polri pada 2017. Ia antara lain pernah menjabat Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus serta Wakil Direktur Tindak Pidana Siber.

Pada 2019, Suyudi kembali ke Polda Metro Jaya dan dipercaya memimpin Direktorat Reserse Kriminal Umum.

Jenjang kariernya kemudian bergerak ke posisi pimpinan yang lebih strategis. Suyudi menjadi Wakapolda Metro Jaya pada 2023–2024, sebelum dipercaya menjadi Kapolda Banten pada 2024–2025.

Pada 25 Agustus 2025, Suyudi mendapat tugas baru sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Selama memimpin lembaga tersebut, namanya antara lain muncul dalam pengungkapan kasus peredaran narkotika internasional, termasuk penyitaan sekitar dua ton sabu pada Desember 2025.

Dari sisi pendidikan, Suyudi merupakan lulusan Akpol 1994 dan menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2003. Ia memiliki gelar Sarjana Ilmu Kepolisian, Sarjana Hukum, dan Magister Sains. Pada Januari 2026, ia juga memperoleh gelar Doktor Honoris Causa bidang Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanegara.

Setelah diusulkan sebagai calon Kapolri, Suyudi menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR. DPR kemudian menyetujui pengangkatannya secara aklamasi sebelum keputusan tersebut dibawa ke rapat paripurna.

Kini, Suyudi memasuki babak baru sebagai Kapolri.

Dalam pernyataan setelah pelantikan, Suyudi menyebut konsolidasi internal dan evaluasi terhadap program sebelumnya sebagai langkah awal. Ia juga menyatakan fokus pada peningkatan pelayanan publik, penegakan hukum yang adil, serta kedekatan polisi dengan masyarakat melalui program “Polisi Bersama Masyarakat.”

Perjalanan dari fungsi reserse, memimpin sejumlah wilayah kepolisian, menjadi Kepala BNN, hingga akhirnya dipercaya sebagai Kapolri menjadi bagian penting dari rekam karier Suyudi Ario Seto di institusi Polri. (*)