AMAL: Pernyataan Bupati BZ Bukan Kritik ASN, Melainkan Ajakan Membangun Ekonomi Mandiri

SWARA RAKYAT – LAHAT – Pernyataan Bupati Lahat Bursah Zarnubi yang mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadikan profesi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai satu-satunya orientasi karier mendapat tanggapan dari Founder Anak Muda Lahat (AMAL), Oktaria Saputra, S.E.,M.Si.

Menurut Oktaria, pesan tersebut harus dipahami secara menyeluruh sebagai sebuah ajakan untuk memperluas cara pandang masyarakat, khususnya generasi muda, dalam melihat berbagai peluang masa depan.

Ia menegaskan bahwa pernyataan Bupati Bursah Zarnubi bukanlah bentuk kritik terhadap ASN maupun merendahkan profesi tersebut. Sebaliknya, ASN tetap memiliki peran strategis sebagai garda pelayanan publik dan bagian penting dalam keberlangsungan pemerintahan.

“Menjadi ASN merupakan pilihan yang mulia karena memiliki nilai pengabdian yang besar kepada masyarakat. Namun, pembangunan daerah juga membutuhkan peran masyarakat yang produktif, kreatif, dan mampu menciptakan peluang ekonomi,” ujar Oktaria, Rabu (05/08/2026).

Ia menilai, perkembangan zaman menuntut adanya keseimbangan antara pencipta lapangan kerja dan pencari kerja. Karena itu, semangat kewirausahaan perlu terus didorong agar masyarakat tidak hanya bergantung pada sektor formal, tetapi juga mampu membangun kemandirian ekonomi.

“Ketika seseorang membangun usaha, mengembangkan UMKM, atau menciptakan inovasi baru, mereka juga sedang mengambil bagian dalam pembangunan. Mereka membuka peluang, menciptakan lapangan kerja, dan ikut menggerakkan roda perekonomian,” jelasnya.

Oktaria menyebut, pesan Bupati Lahat tersebut merupakan bentuk dorongan agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam menentukan masa depan. Menurutnya, ASN maupun pelaku usaha bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan, melainkan dua sektor yang saling melengkapi.

“Kita tidak perlu melihat ASN dan wirausaha sebagai sesuatu yang berlawanan. Pemerintahan membutuhkan ASN yang profesional dan berintegritas, sementara masyarakat juga membutuhkan pengusaha, inovator, dan generasi muda yang berani menciptakan peluang,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar setiap pernyataan publik dapat dipahami secara utuh dan tidak hanya berdasarkan potongan narasi tertentu.

“Semangat yang ingin dibangun adalah mentalitas mandiri. Generasi muda harus memiliki keberanian untuk melihat peluang, mengembangkan kemampuan, dan menciptakan sesuatu yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” tambah Oktaria.

Sebagai Founder Anak Muda Lahat (AMAL), Oktaria berharap pesan tersebut dapat menjadi motivasi bagi generasi muda, tidak hanya di Kabupaten Lahat tetapi juga di berbagai daerah, untuk terus berinovasi dan mengambil peran dalam pembangunan.

“Setiap orang memiliki jalannya masing-masing. Ada yang mengabdi melalui pemerintahan, dunia usaha, pendidikan, maupun bidang lainnya. Yang terpenting adalah bagaimana setiap peran yang dijalankan mampu memberikan manfaat dan kontribusi bagi masyarakat,” tutup Oktaria Saputra.