Daerah  

880 Mushola Disasar! KAHMI Jaktim Tantang Pemprov Resmikan “Sabtu Bersih”

Foto: Istimewa

100 mushola sudah bergerak serentak dari Cakung, target 880 dalam setahun. Dukungan Walikota menguat, kini bola ada di tangan Gubernur DKI Jakarta.

Jakarta, Swararakyat.com – Gerakan sosial tak lagi cukup seremonial. Majelis Daerah (MD) KAHMI Jakarta Timur memilih langsung bekerja. Jumat (13/2) pukul 08.00 WIB, dari Mushola Lantabur, Ujung Menteng, Cakung, program “Bersih Mushola” resmi digelar dan disiarkan secara hybrid, menghubungkan relawan di 10 kecamatan lewat Zoom.

Tahap awal, 100 mushola dibersihkan serentak. Namun ambisinya jauh lebih besar: 880 mushola dalam satu tahun.

Sekretaris Umum MD KAHMI Jakarta Timur, Juli Priatmoko, menegaskan gerakan ini bukan sekadar aksi sapu dan pel.

“Ini baru permulaan. Target kami 880 mushola se-Jakarta Timur dalam setahun. Setelah itu, kami ingin gerakan ini meluas se-Jakarta bersama MD KAHMI lainnya, sebagaimana harapan Pak Gubernur,” ujarnya.

Bukan Sekadar Bersih, Tapi Bangun Budaya

Di tengah padatnya aktivitas kota, kebersihan rumah ibadah kerap luput dari perhatian. MD KAHMI Jaktim melihat celah itu sebagai ruang pengabdian.

Ketua Umum MD KAHMI Jakarta Timur, Choir Sarifudin, menyebut gerakan ini sebagai upaya membangun budaya bersih sekaligus merawat solidaritas sosial.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Walikota Jakarta Timur atas arahan dan dukungan penuh. Komitmen beliau terhadap program kepemudaan dan sosial sangat nyata,” tegasnya.

Dukungan Pemerintah Kota Jakarta Timur dinilai menjadi faktor penting yang membuat gerakan ini berjalan masif sejak hari pertama.

Dorongan ke Balai Kota: Jangan Setengah Hati

Tak berhenti di level kota, MD KAHMI Jaktim melayangkan pesan politik yang halus namun tegas ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Mereka mendorong agar Gubernur DKI Jakarta mencanangkan secara resmi “Gerakan Sabtu Bersih Mushola” sebagai program bersama Pemprov dan seluruh elemen masyarakat.

“Kami berharap Pak Gubernur berkenan mencanangkan gerakan ini secara resmi. Ini akan menjadi simbol komitmen kolektif menjaga rumah ibadah,” kata Sekum MD KAHMI Jaktim.

Bahkan, mereka secara terbuka mengusulkan agar Walikota Jakarta Timur masuk dalam nominasi jika ada kategori “Walikota Peduli Pemuda”, sebagai bentuk apresiasi atas dukungan konkret di lapangan.

Dihadiri Tokoh Nasional hingga Lembaga Sosial*

Kickoff program ini dihadiri Sekjen MN KAHMI, jajaran Majelis Wilayah DKI Jakarta, Walikota Jakarta Timur, Kepala Kantor Kemenag Jakarta Timur, DMI Jakarta Timur, perwakilan PMI, BAZNAS-BAZIS, Bank Jakarta, serta berbagai elemen masyarakat.

Gerakan ini mengirim pesan jelas: perubahan tidak selalu dimulai dari gedung megah atau anggaran besar. Kadang, ia dimulai dari sapu, kain pel, dan semangat gotong royong.F9

Pertanyaannya kini: apakah Pemprov DKI Jakarta akan menjadikannya agenda resmi kota? Atau gerakan ini akan tetap menjadi inisiatif warga yang bergerak sendiri?

Swararakyat.com mencatat, publik menunggu langkah berikutnya.