Daerah  

Ratusan Supplier Datangi Kantor Bupati Taput, Desak Pencairan Dana Tertahan

TAPUT – Swararakyat.com |Ratusan supplier Koperasi Produsen Multi Pihak Tumbuh Sejahtera Bersama Petani (MPTSBP) menggelar aksi unjuk rasa dengan mengepung Kantor Bupati Tapanuli Utara, Selasa (15/04). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk tuntutan atas belum dicairkannya dana yang menjadi hak para supplier.

Massa menuntut pencairan dana supplier program MBG yang hingga kini belum dibayarkan oleh pihak Bank Mandiri. Mereka menilai, keterlambatan tersebut telah merugikan para pemasok yang selama ini telah memenuhi kewajibannya.

Aksi ini menjadi puncak kekecewaan para supplier yang mengaku hak mereka tertahan tanpa kejelasan. Dalam orasinya, massa mendesak Bupati, Kapolres, dan DPRD Tapanuli Utara untuk turun tangan langsung memastikan dana segera dicairkan dari rekening koperasi.

Selain itu, demonstran juga menuntut pencopotan Kepala Bank Mandiri Cabang Tarutung yang dinilai tidak kooperatif dalam proses pencairan dana. Mereka bahkan meminta pihak bank mengabaikan intervensi pihak tertentu yang diduga menghambat proses tersebut.

Di tengah aksi, kuasa hukum koperasi, Hotbin Simaremare, mengungkapkan adanya dugaan penggelapan dana yang berdampak pada tertundanya pembayaran kepada supplier. “Para supplier telah mengajukan agar pembayaran ditransfer langsung ke rekening masing-masing, namun pihak bank menolak,” ujarnya.

Ketua Koperasi MPTSBP, Erni Mesalina Hutauruk, turut mengkritik sikap Bank Mandiri yang belum mencairkan dana tersebut. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara segera melakukan audit guna memastikan transparansi pengelolaan keuangan koperasi.

Aksi tersebut kemudian direspons oleh pemerintah daerah. Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni Parlindungan Lumbantoruan, didampingi Kapolres Tapanuli Utara, Sekretaris Daerah Harri Sitompul, serta perwakilan Bank Mandiri, menerima 10 orang perwakilan massa untuk berdialog di Aula Mini Kantor Bupati Tapanuli Utara.

Dalam pertemuan itu disepakati bahwa Pemerintah Kabupaten akan memfasilitasi pertemuan lanjutan antara para supplier dan pihak terkait, termasuk Erikson Sianipar, pada Kamis (16/04), guna mencari solusi atas persoalan tersebut.

Sementara itu, pihak Bank Mandiri menyatakan tetap berpegang pada prosedur dan prinsip kehati-hatian perbankan, serta tidak dapat mencairkan dana jika tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pimpinan aksi, Tulus Gok Tua Nababan, menegaskan bahwa pertemuan lanjutan harus menghasilkan keputusan konkret. “Diskusi ini harus ada hasil, bukan sekadar janji,” tegasnya.

Selain menuntut pencairan dana, massa juga meminta aparat penegak hukum mengusut laporan yang telah masuk di Polres Tapanuli Utara, serta mendesak dilakukannya audit menyeluruh terhadap keuangan koperasi.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan kondusif, meskipun tuntutan utama terkait pencairan dana belum sepenuhnya terealisasi.(N.Pea)