JAKARTA, SWARARAKYAT.COM — Pakar politik dan ilmu pemerintahan, Prof. Muhammad Ryaas Rasyid, melontarkan kritik tajam terhadap arah jalannya kepemimpinan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, publik tidak perlu menunggu hingga masa jabatan lima tahun berakhir untuk menyimpulkan kegagalan sebuah pemerintahan.
Ryaas menganalogikan pembacaan arah politik ini seperti pertandingan sepak bola. Bagi seorang pengamat atau ahli, jalannya pertandingan sudah bisa terbaca sejak menit-menit awal tanpa harus menunggu pluit panjang dibunyikan.
“Itu 10 menit, 20 menit pertama, ahli sepak bola sudah tahu siapa yang bakal kalah. Atau siapa yang bakal menang. Nah, saya juga begitu. Jadi, saya tidak perlu menunggu 5 tahun. Sekarang pun sudah bisa saya simpulkan, kalau ini pola yang sama bergerak terus sampai 5 tahun, itu sudah pasti gagal,” ujar Ryaas.
Soroti Kinerja Tim dan Resistensi Kritik
Lebih lanjut, Ryaas menilai bahwa indikator persoalan di dalam pemerintahan saat ini sudah terlihat nyata. Ia menyoroti kinerja jajaran kabinet atau tim pendukung presiden yang dinilai belum bekerja secara optimal dan minim prestasi terukur. Akibatnya, figur kepresidenan berjalan seolah tanpa sokongan tim yang kuat di publik.
Selain itu, Ryaas menyebut pemerintah cenderung tertutup, menunjukkan resistensi tinggi, serta abai terhadap kritik maupun koreksi konstruktif dari pihak luar. Sikap tertutup ini dinilai membuat upaya perbaikan internal menjadi jauh lebih sulit.
“Karena pihak yang bersangkutan itu termasuk sulit untuk menerima kritik, apalagi koreksi. Nah, ini yang bikin masalah,” tambahnya.
Penurunan Kepercayaan Publik
Menanggapi merosotnya tingkat approval atau kepuasan publik terhadap pemerintah, Ryaas memandang hal tersebut sebagai alarm serius. Ia menegaskan bahwa tanpa melihat angka survei sekalipun, pola penanganan berbagai persoalan besar saat ini sudah mencerminkan buruknya tata kelola kinerja pemerintah.(Ren)
Tak Butuh 5 Tahun, Prof Ryaas Rasyid: Pemerintahan Prabowo Gagal













