Pakar: Rusia Bantah Putin Tegur Prabowo soal Politik Luar Negeri Indonesia

Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan di Rusia. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, SWARARAKYAT.COM — Narasi di media sosial yang menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin mengkritik atau menegur arah kebijakan luar negeri Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto dinilai tidak benar.

Pakar hubungan internasional sekaligus Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa, menyebut informasi tersebut sebagai hoaks yang sengaja disebarkan untuk membangun disinformasi mengenai hubungan Indonesia dan Rusia.

Baca Juga: Media Belanda dan Australia Soroti Kebijakan Ekonomi Prabowo, Ingatkan Risiko Fiskal

Teguh mengaku telah menyimak secara utuh pidato Presiden Prabowo saat menghadiri rangkaian forum ekonomi dan kawasan di Vladivostok, Rusia. Ia juga mencermati respons Presiden Vladimir Putin dalam forum tersebut.

Baca Juga: Prabowo dan Putin Bertemu, Apa Dampaknya bagi Politik Luar Negeri Indonesia?

Menurut Teguh, tidak terdapat pernyataan Putin yang bernada kritik, teguran maupun sentimen negatif terhadap kebijakan luar negeri Indonesia.

Sebaliknya, ia menilai pertemuan bilateral dan forum pleno berlangsung dalam suasana hangat serta menunjukkan hubungan saling menghormati antara kedua negara.

“Presiden Putin sama sekali tidak mengkritik kebijakan luar negeri Indonesia seperti narasi yang dikembangkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Teguh saat berada di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Senin (7/9/2026).

Teguh mengatakan, dalam forum tersebut Prabowo justru menyampaikan gagasan strategis mengenai pembangunan “jalan raya ekonomi” di kawasan Pasifik yang dapat menghubungkan potensi Indonesia dan Rusia.

Dalam pidatonya, Prabowo juga mengutip peribahasa Rusia, “Odin v pole ne voin”, yang bermakna bahwa seseorang tidak dapat mencapai kemenangan seorang diri. Ungkapan tersebut kemudian dikaitkan Prabowo dengan filosofi gotong royong Indonesia dalam membangun kerja sama global.

Menurut Teguh, gagasan tersebut menunjukkan posisi Indonesia sebagai negara yang berupaya menjaga kedaulatan dan kemandirian sekaligus tetap menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif.

Untuk mengklarifikasi informasi yang beredar, Teguh mengaku telah berkomunikasi dengan kalangan diplomat di Kementerian Luar Negeri Rusia di Moskow.

Menurutnya, pihak diplomatik Rusia membantah adanya teguran Putin terhadap Prabowo. Rusia juga disebut tetap memandang Indonesia sebagai mitra strategis.

“Informasi itu sungguh palsu. Tidak pernah terjadi. Rusia dan Indonesia adalah mitra strategis,” kata seorang diplomat senior Rusia yang dikutip Teguh.

Teguh menyayangkan penyebaran konten yang dinilai memotong klip video, memanipulasi takarir, dan menghilangkan konteks pernyataan untuk menarik perhatian pengguna media sosial.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai narasi politik luar negeri yang beredar di media sosial tanpa melakukan verifikasi.

Menurut Teguh, informasi terkait hubungan antarnegara seharusnya diperiksa melalui pernyataan resmi pemerintah, rekaman utuh, transkrip pidato, maupun media yang kredibel.

Ia menegaskan hubungan Indonesia-Rusia tetap berjalan sebagai kemitraan strategis yang berlandaskan kepentingan bersama.

“Kebijakan luar negeri Indonesia di bawah Presiden Prabowo tetap kokoh pada doktrin politik bebas-aktif demi kepentingan nasional di panggung dunia,” ujar Teguh. (ESH)