Ada Mafia Dibalik Anjloknya Harga Telur

Dibalik semua dugaan tersebut, para peternak ayam petelur Blitar yang kini jumlahnya mencapai 3.500 orang hanya berharap pemerintah bisa menstabilkan harga telur. Sebab dengan harga Rp18.500 tersebut, para peternak telur merugi ratusan hingga jutaan rupiah setiap hari.

Kondisi itu diperparah dengan kenaikan harga jagung hingga tembus Rp6.500 per kilogramnya. Harga tersebut sudah jauh melampaui dari Harga Acuan Pembelian yang diatur dalam Perbadan Nomor 5/2022 yakni sebesar Rp5000 per kilogramnya. Jagung sendiri merupakan bahan utama untuk dijadikan pakan ayam petelur.

Baca Juga: Karena Diperlukan Infrastruktur Memadai, Pertamina Evaluasi Buka Peluang Pertashop Menjual Pertalite

Dengan kondisi itu kini para peternak di Blitar hanya bisa pasrah, dan berharap pemerintah bisa mengambil tindakan. Pasalnya selama ini belum pernah harga jagung naik sementara harga telur justru turun. (owi/beq)