MILAN, SWARARAKYAT.COM – Kerusuhan di Milan, Italia, berlanjut hingga Minggu (18/10/2026). Aparat kepolisian mengamankan lebih dari 60 demonstran untuk menjalani pemeriksaan setelah bentrokan pecah di sekitar Piazza del Duomo.
Mengutip laporan Reuters, bentrokan melibatkan demonstran yang melemparkan batu, merusak toko, dan menjarah sejumlah tempat usaha. Polisi antihuru-hara merespons dengan menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa.
Aksi demonstrasi yang menyoroti persoalan pelayanan publik dan kenaikan biaya hidup tersebut berujung ricuh setelah sebagian peserta melakukan perusakan dan membakar tempat sampah.
Pemerintah Italia Siapkan Langkah Penanganan
Kerusuhan pada Minggu merupakan kelanjutan dari bentrokan sehari sebelumnya di sejumlah kota di Italia utara. Wilayah yang dilaporkan terdampak meliputi Milan, Bologna, Brescia, Bergamo, dan Turin.
Pada Sabtu (17/10/2026), sebanyak 28 demonstran dilaporkan ditangkap setelah bentrokan dengan aparat. Jumlah tersebut berbeda dari lebih dari 60 orang yang dibawa ke kantor polisi pada Minggu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengecam aksi kekerasan yang terjadi. Pemerintah Italia juga dijadwalkan menggelar pertemuan pada Senin (19/10/2026) untuk membahas situasi dan menentukan langkah penanganan.
Perkembangan ini menempatkan penanganan keamanan dan ketertiban sebagai salah satu perhatian pemerintah, di tengah tuntutan masyarakat terkait biaya hidup dan kualitas pelayanan publik.
Situasi Terkini Masih Perlu Dipantau
Kerusuhan di Milan berlangsung di tengah gelombang demonstrasi di sejumlah negara Eropa yang dipicu berbagai persoalan sosial dan ekonomi.
Meski demikian, perkembangan setiap aksi di negara-negara tersebut perlu dilihat berdasarkan konteks dan informasi terverifikasi masing-masing. Kesamaan persoalan ekonomi tidak serta-merta menunjukkan bahwa seluruh demonstrasi memiliki pemicu maupun pola kerusuhan yang sama.
Hingga Senin (19/10/2026), belum terdapat konfirmasi kuat dalam laporan yang menjadi rujukan mengenai bentrokan baru di Milan. Perkembangan hasil pemeriksaan terhadap demonstran yang diamankan serta keputusan pemerintah Italia masih perlu dipantau.
Situasi tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap perkembangan keamanan sekaligus penanganan tuntutan masyarakat melalui langkah yang terukur dan sesuai hukum. (ESH)













