JAKARTA, Swararakyat.com — Musyawarah Wilayah (Muswil) Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) DKI Jakarta yang direncanakan digelar awal Oktober 2026 mulai mendapat perhatian dari kader di tingkat organisasi daerah.
Sekretaris ICMI Orda Jakarta Selatan, Emi Sonia Fransiska, berharap Muswil tidak sekadar menjadi forum pergantian kepemimpinan, evaluasi organisasi, maupun konsolidasi internal. Menurutnya, forum tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat kembali arah perjuangan ICMI yang dirintis oleh almarhum B.J. Habibie.
Sonia menilai tantangan Jakarta yang terus berkembang menuju kota global membutuhkan kepemimpinan ICMI yang tidak hanya memiliki kapasitas mengelola organisasi, tetapi juga mempunyai integritas moral, kedalaman spiritual, serta kemampuan menerjemahkan gagasan intelektual menjadi kerja nyata.
“Saya menaruh harapan besar pada penerus kepemimpinan ICMI DKI Jakarta. Muswil nanti adalah panggung untuk memastikan arah organisasi tetap menjadi kompas moral dan intelektual, serta mampu melahirkan pemimpin yang kokoh Imtaknya, unggul Ipteknya, dan tulus mengabdi pada bangsa,” ujar Sonia.
Jangan Terjebak Menara Gading
Sonia mengingatkan, Muswil juga semestinya menjadi ruang refleksi bagi seluruh kader untuk melihat sejauh mana nilai-nilai yang diwariskan Habibie telah diwujudkan dalam aktivitas organisasi.
Menurutnya, seorang cendekiawan tidak cukup hanya kuat dalam pemikiran. Pengetahuan dan gagasan harus mampu hadir sebagai solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat.
Karena itu, ia berharap ketua ICMI DKI Jakarta yang terpilih nantinya memiliki perhatian terhadap dinamika organisasi di tingkat Orda dan mampu mendorong kontribusi yang lebih konkret bagi masyarakat.
“Cendekiawan tidak boleh terkurung di menara gading intelektualisme. Cendekiawan harus membumi dan menjadi oase solusi atas berbagai persoalan umat dan bangsa,” katanya.
Merawat Tradisi Dialog Habibie
Sonia juga menyoroti pentingnya karakter kepemimpinan yang mampu membangun jembatan dialog dan kolaborasi.
Menurut dia, semangat tersebut perlu diterjemahkan melalui keterlibatan berbagai kelompok, mulai dari akademisi, profesional, generasi muda hingga elemen masyarakat di tingkat akar rumput.
ICMI DKI Jakarta, lanjut Sonia, memiliki ruang yang luas untuk mempertemukan kapasitas intelektual dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, kepemimpinan mendatang diharapkan mampu memperkuat jejaring sekaligus menghidupkan aktivitas organisasi di berbagai tingkatan.
“Siapa pun yang kelak memegang amanah memimpin ICMI DKI Jakarta harus mampu merajut kolaborasi lintas generasi, mulai dari akademisi, profesional hingga anak muda untuk bersama-sama menyapa dan bergerak di akar rumput,” ujarnya.
Sonia berharap Muswil ICMI DKI Jakarta menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi melampaui fungsi sebagai ruang berkumpulnya para pemikir dan penggerak.
“Semoga hasil Muswil DKI Jakarta mendatang dapat melahirkan pemimpin yang membawa ICMI tidak hanya sebagai wadah berkumpulnya pemikir dan penggerak, tetapi sebagai rumah perjuangan yang memegang teguh kedalaman spiritual, kematangan intelektual, dan kesadaran moral,” tutup Sonia. (*)













