JAKARTA, SWARARAKYAT.COM — Pimpinan Swararakyat.com melakukan audiensi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Rabu (2/9/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu terkait perkembangan ekonomi, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, hingga independensi BPS dalam menghasilkan data statistik nasional.


Rombongan PT Bangun Nusantara Media Network, perusahaan penerbit Swararakyat.com, diterima Direktur Statistik Industri BPS Pipit Helly Sorayan, S.E., M.E., bersama jajaran BPS. Audiensi berlangsung dalam suasana diskusi dan silaturahmi antara pengelola media dengan lembaga pemerintah yang memiliki mandat dalam penyelenggaraan statistik nasional.
Dari pihak Swararakyat.com, hadir Direktur Utama Andi Syamsul Bahri, Direktur Operasional Effra S. Husein, Direktur Usaha dan Bisnis Rhesa Yogaswara, Wakil Pemimpin Redaksi Swararakyat.com Riskal Arief, serta tim marketing Ardie Noor.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak berdiskusi mengenai perkembangan ekonomi Indonesia dan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang saat ini sedang berjalan. Sensus Ekonomi menjadi salah satu agenda penting yang dibahas karena data yang dihasilkan dapat menjadi rujukan dalam memahami struktur dan perkembangan kegiatan ekonomi nasional.
Pembahasan juga menyinggung posisi dan independensi BPS dalam menghasilkan data statistik. Dalam diskusi tersebut, turut dibicarakan mengenai keberadaan data BPS serta data yang diproduksi oleh berbagai kementerian dan lembaga negara, termasuk bagaimana masyarakat dapat memahami perbedaan sumber, karakteristik, dan penggunaan data tersebut.
Bagi media, persoalan data menjadi penting karena statistik pemerintah kerap menjadi dasar pemberitaan mengenai kondisi ekonomi, sosial, maupun perkembangan pembangunan. Akurasi dan kejelasan sumber data diperlukan agar informasi yang disampaikan kepada publik tidak berhenti pada angka, tetapi juga memberikan konteks yang tepat.
Selain membahas isu statistik dan ekonomi, pertemuan tersebut juga membuka peluang kerja sama antara Swararakyat.com dan BPS dalam penyebarluasan informasi hasil riset BPS. Salah satu gagasan yang dibahas adalah rencana kerja sama terkait publikasi atau rilis media atas hasil-hasil riset BPS yang relevan dengan kebutuhan informasi masyarakat.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk memperluas akses masyarakat terhadap data dan hasil kajian statistik. Dengan dukungan media, informasi yang dihasilkan BPS dapat disajikan dalam format jurnalistik yang lebih mudah dipahami pembaca, tanpa menghilangkan konteks dan substansi data.
Audiensi ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi antara media dan lembaga statistik nasional, khususnya dalam menghadirkan informasi berbasis data bagi publik. Pertemuan juga diharapkan dapat dilanjutkan dengan pembahasan teknis mengenai bentuk kerja sama dan mekanisme penyampaian hasil riset BPS melalui Swararakyat.com.(RYO)













