Jakarta, Swararakyat.com – Menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Perserosi IX yang resmi dibuka besok, 22–23 November 2025 di Jakarta, kandidat Ketua Umum Sari W Pramono menguatkan langkahnya dengan menyatakan kesiapan penuh mengikuti tahapan verifikasi dan kontestasi pemilihan.
Sari telah resmi mendaftarkan diri ke Panitia Seleksi Calon Ketua Umum dan menyerahkan seluruh dokumen persyaratan. Namun proses verifikasi hari ini menjadi ujian awal transparansi panitia dan ketegasan regulasi internal Perserosi, yang sebelumnya kerap disorot karena dinamika internal dan komunikasi yang dinilai tidak konsisten.
“Hari ini memasuki tahap verifikasi. Kami akan mengawal proses ini secara ketat agar berlangsung objektif dan sesuai aturan,” tegas perwakilan tim suksesnya, menandai kewaspadaan terhadap potensi ketidakjelasan prosedur yang kerap muncul dalam hajatan organisasi olahraga nasional.
Tim sukses menyatakan akan terus mengawasi jalannya seluruh tahapan hingga pemilihan, termasuk memastikan tidak ada keputusan mendadak, perubahan aturan, atau manuver politik yang dapat merugikan salah satu kandidat. Langkah ini muncul di tengah meningkatnya kritik dari sejumlah Pengprov terhadap tata kelola PB Perserosi periode sebelumnya, khususnya terkait minimnya komunikasi dan koordinasi pembinaan.
Dalam bursa kandidat, nama Sari W Pramono mencuri perhatian karena dianggap mampu membawa “arus perubahan” bagi Perserosi. Di saat organisasi ini menghadapi sorotan publik mulai dari kurangnya capaian di level internasional, struktur pembinaan yang timpang, hingga absennya roadmap jangka panjang kehadiran figur dengan latar belakang korporasi dinilai menjadi peluang penyegaran.
Pengalaman Sari sebagai Direktur Utama di sejumlah perusahaan menempatkannya sebagai kandidat dengan kapasitas manajerial yang kuat, sebuah aspek yang sejak lama dinilai lemah dalam tubuh Perserosi. Penguatan tata kelola, akuntabilitas anggaran, dan kemandirian organisasi menjadi isu mendesak yang diharapkan mampu ditangani sosok dengan rekam jejak korporasi.
Selain itu, keterlibatannya di PT JSC Medika Sejahtera (Jakarta Stemcell Centre) serta Indonesia Society Regenerative Medicine memberi nilai tambah dalam aspek sport science, bidang yang selama ini minim disentuh dalam pembinaan atlet sepatu roda, skateboard, dan disiplin lain yang berada di bawah Perserosi.
Sari juga memiliki jaringan kuat di KADIN Indonesia dan BPP HIPMI, membuka peluang kolaborasi lintas sektor yang dibutuhkan untuk membangun ekosistem industri olahraga yang modern dan berkelanjutan. Namun, tantangan ke depan tetap besar termasuk merapikan hubungan PB dengan Pengprov, memperkuat klub yang selama ini berjalan sendiri-sendiri, dan menjawab kebutuhan komunitas skateboard yang menuntut posisi lebih strategis dalam pengembangan organisasi.
Menjelang Munas, dukungan terhadap figur yang dinilai mampu merumuskan visi pembinaan yang lebih terstruktur dan berorientasi prestasi terus menguat. Kehadiran Sari W Pramono dalam kontestasi ini tidak hanya menambah warna bursa calon ketua umum, tetapi juga menjadi ujian apakah Perserosi siap membuka babak baru dengan kepemimpinan yang lebih profesional, transparan, dan responsif terhadap kritik internal. (*)













