Seram Bagian Barat, SwaraRakyat.com– Mantan perwira Polri, Untung Sangadji, pada 12/4/2026 menyampaikan rencana pembangunan komprehensif bagi Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku. Dalam wawancara dengan sejumlah awak media, ia memaparkan 17 program prioritas yang disebutnya sebagai peta jalan menuju kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Untung, program tersebut disusun berdasarkan pengalaman lapangan dan kebutuhan riil masyarakat. “Ini bukan sekadar gagasan, tetapi cetak biru yang telah diperhitungkan,” ujarnya.
Berikut 17 program yang ditawarkan:
Pertama, pengembangan energi berbasis air sungai untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak. Sistem ini ditargetkan menghadirkan listrik yang lebih murah dan ramah lingkungan.
Kedua, pembangunan industri pengalengan ikan dan udang guna menjaga kualitas hasil laut serta meningkatkan nilai tambah bagi nelayan.
Ketiga, pembangunan fasilitas cold storage berkapasitas 100 ton untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga ikan di pasar.
Keempat, pengembangan kawasan pertanian dan peternakan terpadu sebagai upaya menjadikan SBB lumbung pangan di Maluku.
Kelima, pembangunan kawasan perikanan laut modern seluas 10.000 hektar dengan sistem akuakultur untuk meningkatkan produksi dan daya saing.
Keenam, penguatan jaringan pemasaran hasil perikanan hingga ke tingkat nasional dan Asia Tenggara.
Ketujuh, pembangunan pabrik pengalengan buah untuk mengantisipasi kerugian saat panen raya.
Kedelapan, pembangunan galangan kapal niaga tipe B guna mendukung sektor maritim sekaligus membuka lapangan kerja.
Kesembilan, pengembangan unit produksi di setiap desa yang terintegrasi dengan sekolah menengah kejuruan (SMK), sehingga siswa dapat belajar sambil bekerja.
Kesepuluh, program pengentasan kemiskinan berbasis pelatihan keterampilan, menggantikan pendekatan bantuan tunai.
Kesebelas, pembangunan perumahan bagi masyarakat kurang mampu tanpa membedakan latar belakang agama.
Keduabelas, penyediaan beasiswa bagi siswa berprestasi untuk memastikan akses pendidikan yang merata.
Ketigabelas, pengembangan sektor wisata bahari dengan pendekatan berkelanjutan dan berbasis konservasi.
Keempatbelas, pemberian insentif atau gaji bagi tokoh agama sebagai bagian dari penguatan peran sosial dan moral di masyarakat.
Kelimabelas, penghapusan status tenaga honorer melalui program pelatihan dan pengangkatan berbasis kompetensi.
Keenambelas, kebijakan pembelian hasil tangkapan nelayan tradisional oleh pemerintah daerah dengan harga yang ditetapkan secara adil.
Ketujuhbelas, program penerbitan 10.000 sertifikat tanah gratis untuk memberikan kepastian hukum atas kepemilikan lahan.
Untung menegaskan, seluruh program tersebut dirancang sebagai satu kesatuan yang saling terintegrasi. Ia menilai SBB memiliki potensi besar di sektor kelautan, pertanian, dan sumber daya manusia yang belum dimanfaatkan secara optimal.
“Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk memulai dan konsistensi dalam menjalankan,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan masyarakat serta kolaborasi lintas sektor.
Rencana ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi arah pembangunan daerah, terutama dalam mendorong kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah timur Indonesia.(sang)













