SWARARAKYAT.COM, Jakarta – Pokja Pangan Cendekia ICMI resmi menyampaikan prototipe Program Zakat Fitrah Jakarta Berkah kepada Menteri Pertanian RI. Hal ini disampaikan oleh Ketua Pokja Pangan Cendekia ICMI, Rhesa Yogaswara di Jakarta.
Program ini menghadirkan beras premium KOWAJA dengan kemasan 5 kg yang diproduksi melalui kerja sama dengan Foodstation dan para petani di Indramayu. Inisiatif ini menjadi langkah nyata dalam membangun kedaulatan pangan nasional melalui model kontrak dan kooperatif farming yang melibatkan petani desa dan ekosistem pangan perkotaan.
Dalam pelaksanaannya, program ini sejalan dengan visi besar Pokja Pangan Cendekia, yang merupakan inisiatif ICMI dalam memperkuat ketahanan pangan berbasisFot⁸ koperasi. Dengan sistem ini, petani mendapatkan jaminan pasar, akses modal, serta pendampingan agar hasil pertanian mereka lebih produktif dan berkelanjutan.
Model ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan zakat fitrah masyarakat, tetapi juga mendorong kesejahteraan petani dan memperkuat rantai pasok pangan nasional. Di Indramayu sendiri, sedang dilakukan pilot project Pokja Pangan Cendekia di lahan 20 Ha dari rencana total lahan 10.000 Ha yang akan dikembangkan nantinya di seluruh Indonesia.
“Zakat fitrah berbasis beras premium dari petani kita sendiri adalah solusi yang tidak hanya memperkuat nilai sosial ibadah, tetapi juga memberdayakan petani dan ekosistem pangan kita,” ujar RhesaYogaswara, Ketua Pokja Pangan Cendekia ICMI.
Dengan model ini, zakat fitrah tidak hanya menjadi bentuk kebaikan individu, tetapi juga bagian dari gerakan besar menuju kedaulatan pangan Indonesia, Pungkasnya.











