Kathmandu, Swararakyat.com – Sejarah baru tercipta di Nepal. Mantan Ketua Mahkamah Agung, Sushila Karki, resmi dilantik sebagai Perdana Menteri sementara pada Jumat (12/9/2025), pasca gelombang demonstrasi antikorupsi mengguncang negeri Himalaya itu.
Pelantikan berlangsung dalam upacara singkat di Istana Presiden setelah Presiden Ram Chandra Poudel dan para pemimpin gerakan rakyat menyepakati nama Karki sebagai figur kompromi. Dengan penunjukan ini, Karki mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang memimpin Nepal.
Menariknya, dukungan untuk Karki tak hanya datang dari elite politik, tetapi juga dari generasi muda. Para demonstran, mayoritas Gen-Z, menggelar voting online melalui Discord untuk menentukan kandidat favorit. Hasilnya, nama Karki melesat mengungguli influencer Rastra Bimochan Timilsina, politisi muda Sagar Dhakal, Wali Kota Dharan Harka Sampang, dan inovator sosial Mahabir Pun.
Bahkan, sejumlah aktivis menyebut nama Karki muncul setelah para pemuda bertanya kepada ChatGPT tentang sosok pemimpin ideal yang bersih, berintegritas, dan tegas melawan korupsi.
“Kami akhirnya punya sosok yang mewakili semangat perlawanan kami. Karki adalah simbol keberanian dan integritas,” ujar Aneekarma, salah satu penggerak demo, kepada media lokal.
Penunjukan Karki diharapkan dapat meredam ketegangan politik dan menjadi jembatan menuju pemerintahan transisi yang lebih stabil. (*)











