Pemerintah Luncurkan Paket Ekonomi 2025: Rp 16,23 Triliun untuk Pertumbuhan, UMKM, dan Lapangan Kerja

Pemerintah Luncurkan Paket Ekonomi 2025

Jakarta, Swararakyat.com – Pemerintah resmi meluncurkan Paket Ekonomi 2025 pada Senin, 15 September 2025 di Istana Kepresidenan Jakarta. Kebijakan ini diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah Luncurkan Paket Ekonomi 2025

Paket kebijakan dengan total pagu sekitar Rp 16,23 triliun ini dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat daya beli masyarakat, dan menciptakan lapangan kerja. Paket terdiri dari 8 program akselerasi, 4 program lanjutan, serta 5 program padat karya.

Selain itu, pemerintah juga telah menggelontorkan Rp 24,44 triliun pada Juni–Juli 2025 melalui paket stimulus transportasi, bantuan sosial, dan subsidi upah untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi.

8 Program Akselerasi 2025

Delapan program cepat yang dijalankan mulai kuartal IV-2025 mencakup:

  • Magang Lulusan Baru: target 20.000 peserta fresh graduate ≤ 1 tahun, dengan anggaran Rp 198 miliar.
  • Perluasan PPh 21 DTP untuk sektor pariwisata (hotel, restoran, kafe): mencakup 552.000 pekerja dengan anggaran Rp 120 miliar.
  • Bantuan Pangan: distribusi 10 kg beras bagi 18,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) selama Oktober–November 2025, total Rp 7 triliun.
  • Diskon Iuran JKK & JKM: potongan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 9,9 juta pekerja bukan penerima upah (BPU) seperti ojol dan kurir, dengan alokasi Rp 753 miliar.
  • Manfaat Layanan Tambahan Perumahan (MLT): dukungan pembiayaan rumah bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
  • Padat Karya Tunai: proyek cash-for-work di Kementerian Perhubungan dan PUPR, menyerap ribuan tenaga kerja.
  • Deregulasi PP 28/2025: penyederhanaan perizinan usaha dan investasi untuk mempercepat masuknya modal.
  • Program Perkotaan Pilot: perbaikan pemukiman, pemasaran digital UMKM, dan penguatan ekonomi gig di kota besar.

4 Program yang Diteruskan ke 2026

Pemerintah juga memperpanjang empat program hingga tahun depan:

PPh Final 0,5% untuk UMKM dengan cakupan penerima yang diperluas.

  • PPh 21 DTP sektor pariwisata untuk mendukung pemulihan industri horeka.
  • PPh 21 DTP industri padat karya guna menjaga daya saing manufaktur.
  • Diskon iuran JKK & JKM untuk seluruh BPU, tak hanya sektor transportasi online.

5 Program Penyerapan Tenaga Kerja

Lima program padat karya difokuskan pada peningkatan kesejahteraan desa, nelayan, dan petani:

  • Operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
  • Replanting Perkebunan Rakyat untuk meningkatkan produktivitas lahan.
  • Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat ketahanan pangan laut.
  • Revitalisasi Tambak di Pantura demi meningkatkan hasil perikanan.
  • Modernisasi Kapal Nelayan untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan melaut.

Paket Stimulus Rp 24,44 Triliun (Juni–Juli 2025)

Sebagai bagian dari strategi pemulihan ekonomi, pemerintah telah menyalurkan stimulus senilai Rp 24,44 triliun pada pertengahan tahun 2025, yang mencakup:

Komponen Dan  Estimasi Anggaran

  • Diskon transportasi (kereta, pesawat, laut) – Rp 0,94 triliun
  • Diskon tarif tol – Rp 0,65 triliun
  • Penebalan bantuan sosial & pangan – Rp 11,93 triliun
  • Bantuan subsidi upah (BSU) – Rp 10,72 triliun
  • Perpanjangan diskon iuran JKK  (non-APBN) – Rp 0,2 triliun

Dampak yang Diharapkan

Pemerintah menargetkan program ini dapat menjaga pertumbuhan PDB di kisaran 5,3–5,5% pada 2025, menurunkan tingkat pengangguran terbuka, dan menjaga daya beli masyarakat menjelang tahun fiskal 2026.

“Paket ini bukan hanya insentif jangka pendek, tapi strategi untuk menjaga momentum ekonomi, memperkuat UMKM, dan memastikan perlindungan sosial tetap hadir bagi masyarakat,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Istana Kepresidenan.

Masyarakat dapat memantau jadwal implementasi serta syarat pendaftaran melalui laman resmi www.ekon.go.id dan kanal media sosial pemerintah. (*)